[BANDA ACEH] Berbagai aksi kekerasan terus saja terjadi di Provinsi Aceh. Di antaranya mulai dari perampokan bersenjata, penculikan, penyiksaan dan pemerkosaan terus menghiasi kehidupan masyarakat di daerah bekas konflik di kawasan barat ujung Pulau Sumatera ini.
Di Aceh Utara, Selasa (12/2) malam, mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tgk Jamaluddin Daud (38), warga Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, diculik dan dianiaya sekelompok orang yang diduga berseberangan dengan kelompok korban. Setelah dianianya dan disekap selama 6 jam korban dilepas. Kini korban dirawat di RS Kota Lhokseumawe.
Korban diculik di rumahnya di Desa Lhok Kuyun pada pukul 21.30 WIB. Para penculik membawa korban dengan mata ter- tutup dan tangan terikat ke kawasan Cot Kumbang Ngom, Kecamatan Sawang. Setelah disekap selama enam jam lebih, Jamaluddin berhasil meloloskan diri dan berlindung di salah satu rumah warga di Desa Lhok Kuyun.
Selanjutnya korban dibawa oleh sejumlah anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Sawang ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara di Lhokseumawe. Sampai di RS PMI, Rabu (13/2) langsung dirawat.
Petugas RS PMI Aceh Utara, dr Iskandar kepada wartawan mengatakan, kondisi korban ada sedikit memar, luka goresan di dada, punggung, dan leher. Diperkirakan kena benturan benda tumpul, namun secara umum keadaannya sudah membaik.
Diketahui
Tokoh KPA Kecamatan Sawang Umar Saleh (50) mengatakan, korban diculik sekelompok orang yang di antaranya sudah diketahui identitasnya.
Para penculik menanyakan kepada korban siapa saja yang terlibat dalam penembakan Teungku Badruddin, mantan GAM garis keras yang meninggal dalam pemberondongan di Desa Pante Jaloh, Sawang, 27 Desember 2007. Didu- ga penculikan Jamaluddin Daud sangat erat kaitannya dengan pemberondongan Teungku Badruddin.
Juru Bicara KPA Wilayah Samudera Pase, Dedi Safrizal mengatakan penculikan dan penganiaya-an terhadap Jamaluddin membuktikan masih ada kelompok kriminal yang beroperasi di Kecamatan Sawang. [147]