![]()
WAHYU MANDOKO
Ratusan perahu nelayan Cilacap, Jawa Tengah, terpaksa menganggur karena musim badai di Samudra Hindia. Saat ini ketinggian ombak mencapai lima meter dan membahayakan pelayaran. Nelayan terpaksa menambatkan perahunya di sepanjang Kali Yasa seperti tampak pada gambar yang dibuat Kamis (14/2) pagi.
[KUPANG] Dermaga Pelabuhan Ba'a di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus dua bagian dengan jarak antara sekitar tiga meter setelah diterpa gelombang besar yang tingginya 4-5 meter. Dikhawatirkan dermaga yang baru direhabilitasi tahun 2007 itu akan hancur, jika gelombang besar tersebut tidak mereda dalam beberapa hari ini.
Wakil Bupati Rote Ndao, Bernard Pelle, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (14/2) pagi menjelaskan, rumah-rumah penduduk yang dibangun di sepanjang pantai Kota Ba'a saat ini sedang diterpa gelombang raksasa. Tanggul penahan gelombang sepanjang pantai Kota Ba'a yang juga baru selesai dibangun, jebol di beberapa lokasi.
Dikatakan, roda perekonomian akan lumpuh jika kondisi seperti ini terus berlangsung. Pasalnya, cuaca buruk berupa hujan lebat disertai embusan angin kencang yang menimbulkan gelombang besar dalam sepekan terakhir, menyebabkan tidak ada satu kapal pun yang masuk ke Pelabuhan Ba'a maupun Pante Baru.
Dijelaskan, gelombang raksasa juga menghancurkan ratusan hektare tanaman rumput laut hasil budi daya masyarakat di Kecamatan Rote Barat, Rote Barat Laut, Rote Barat Daya dan Rote Timur.
Sementara itu, sejumlah warga cedera dan mengalami patah tulang, ketika rumah mereka ambruk tertimpa pohon tumbang di Lobalain.
Servasius Kabu, Ketua Satkorlak Sikka mengatakan, ratusan rumah warga di Beru, Wairoti dan Wairotang rusak berat diterpa gelombang raksasa yang masih terus berlangsung. Pihaknya telah menyalurkan bantuan darurat kepada 347 keluarga atau 1.181 jiwa yang terpaksa meninggalkan rumahnya yang diterpa gelombang pasang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Iskandar Muhammad Mberu mengatakan, jembatan yang menghubungkan Desa Wologai dan Nuaone ambruk setelah tembok penyokongnya jebol akibat banjir bandang. Selain itu, banjir bandang juga menghanyutkan empat rumah warga dan satu unit bangunan SD Katolik Nuaone.
Angin kencang yang menyertai hujan lebat juga menyebabkan delapan rumah warga di Kelurahan Penfui, Kota Kupang porak-poranda. Beberapa rumah di antaranya tertimpa pohon tumbang. Tim SAR Kupang langsung menerjunkan 15 personelnya untuk membantu warga, khususnya menebang dan membersihkan pohon-pohon yang tumbang itu.
Sementara itu, Kepala Seksi Prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Provinsi Jambi, Kurnianingsih mengatakan, jalur pelayaran Kota Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Jambi - Kota Batam, Kepulauan Riau terancam lumpuh menyusul semakin tingginya gelombang laut. Ketinggian gelombang laut pada jalur pelayaran di kawasan pantai timur Jambi itu hingga Rabu (13/2) mencapai tiga meter.
Diwaspadai
Meningkatnya ketinggian gelombang pada jalur pelayaran di kawasan pantai timur Jambi itu harus diwaspadai para nelayan dan awak kapal cepat. Para nelayan dan awak kapal perlu mengetahui lebih jelas keadaan cuaca dan ketinggian gelombang sebelum melakukan pelayaran.
"Kita sudah mengingatkan agar awak kapal dan nelayan di pantai timur Jambi senantiasa mewaspadai ketinggian gelombang. Peringatan ini kita sampaikan guna mencegah musibah pelayaran," katanya.
Menurut seorang staf agen KM Marina Ekspres, Endre, hingga Rabu (13/2), jadwal pelayaran kapal cepat tersebut ke Batam hanya sekali dua hari. Pemberangkatan kapal pun dilakukan setelah mengetahui kondisi gelombang laut masih layak untuk pelayaran.
Sementara itu, akibat gelombang tingi ratusan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah tidak bisa melaut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjabbar, Zabur Rustam mengatakan, nelayan yang menghentikan kegiatan melaut di daerah itu semakin banyak akibat tingginya gelombang. Ketinggian gelombang sudah di atas dua meter membuat kapal-kapal nelayan ukuran besar pun mulai menghentikan kegiatan menangkap ikan di laut lepas.
Sementara itu, dalam sepekan ini angin kencang berembus di Bali sehingga sejumlah pohon di Kota Denpasar tumbang. Angin kencang juga melanda daerah pesisir dan wilayah Bali utara.
Gelombang pasang di pesisir utara Bali merusakkan rumah nelayan di Desa Bungkulan, Kecasmatan Sawan. Gelombang yang mengganas sejak akhir pekan lalu itu juga merusakkan pantai, bangunan, dan alat-alat nelayan di Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan dan Desa Pacung, Kecamatan Tejakula. [120/141/WMO/148/137]