[JAKARTA] Kerusakan jalan di sejumlah ruas di Ibukota disinyalir karena kualitas pengaspalan oleh kontraktor tidak memenuhi standar. Hal itu menyebabkan jalan berlubang yang baru ditempel bulan lalu kembali terkelupas.
Selain itu, rendahnya pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai penyebab kontraktor asal mengerjakan proyek tersebut. "Ini mengindikasikan ada kongkalikong. Kepala Dinas PU jangan lempar tanggung jawab hanya pada kontraktor, tetapi dia juga harus diinvestigasi," kata Anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi E, Achmad Husin Alaydrus kepada SP di Jakarta, Kamis (14/2).
Dia mengimbau, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menginvestigasi kemungkinan adanya prosedur pengerjaan proyek yang terindikasi tindak pidana korupsi, salah satunya karena menekan biaya serendah mungkin dengan menggunakan material kualitas buruk. Sebab itu, dia mengimbau agar Kadis PU dan Sudin PU perlu diperiksa serta kontraktor-kontraktornya, atas dugaan kemungkinan menggunakan material di bawah standar seperti kualitas aspal dan ketebalannya.
Sementara itu, berdasarkan inventarisasi Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, hingga Januari 2008 lalu sedikitnya ada 100 titik jalan rusak di Ibu Kota. Sedangkan akibat banjir 1 Februari 2008, sebanyak 1,06 persen dari 40 juta meter persegi luas atau 424.000 meter persegi jalan di Ibu Kota mengalami kerusakan ringan seperti aspal mengelupas sehingga jalan berlubang.
Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Wishnu Subagyo Yusuf mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan. "Jalan yang rusak akibat banjir itu kan masih dalam tahap pemeliharaan sehingga menjadi tanggung jawab kontraktor," kata Wishnu.
Perbaikan dan pemeliharaan jalan, meliputi jalan nasional, provinsi, dan jalan lokal. Perbaikan oleh kontraktor difokuskan kepada kerusakan ringan. Setelah diperbaiki, jalan yang rusak tinggal 0,7 persen. Sedangkan, untuk pemeliharaan jalan yang rusak berat yang dilakukan secara periodik, tetapi masih menunggu pencairan APBD 2008. "Perbaikannya yakni penambalan lubang, pemeliharaan berkala, pemeliharaan jalur busway. Anggarannya Rp 52 miliar," katanya.
Siap Dikerjakan
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim menegaskan, jalan rusak dan jalan becek di Kota Tangerang hanya tersisa lima persen lagi. Sedangkan, selebihnya sebanyak 95 persen atau sekitar 1.340 kilometer jalan utama dan lingkungan telah dibangun. Panjang total jalan di Kota Tangerang sekitar 1.500 kilometer.
Dalam kegiatan di sela-sela safari pembangunan di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, baru-baru ini, wali kota meninjau langsung kondisi jalan yang masih becek di wilayah itu. "Tahun ini jalan yang masih becek dan rusak, akan diperbaiki semua," kata Wahidin, kepada warga Kelurahan Karang Sari, Neglasari, Kota Tangerang.
Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Pemkot Tangerang Saeful Rochman menyatakan, 95 persen jalan utama dan lingkungan telah dibangun Pemkot Tangerang. Dijelaskan, di tahun 2007 sebanyak 856 proyek fisik senilai Rp 189,6 miliar telah dibangun Pemkot Tangerang. Sedangkan untuk tahun 2008, sebanyak 450 proyek dengan anggaran Rp 179 miliar siap dikerjakan.
Sementara di Kota Bekasi, perbaikan jalan akan dilakukan tahun ini. Total panjang jalan di Kota Bekasi sekitar 960 kilometer (km). Sekitar 300 km dikategorikan rusak berat, 180 km dikategorikan rusak ringan dan 380 km rusak sedang. Total anggaran untuk seluruh pagu kegiatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bekasi tahun 2008 sekitar Rp 160 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk rehab jalan dan jembatan sekitar Rp 126 miliar, pembangunan jalan dan jembatan sekitar Rp 9,5 miliar, dan pembangunan saluran Rp 18 miliar.
Sementara itu, di Bogor, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Kota Bogor, Dawam saat dikonfirmasi, mengatakan, untuk tahun anggaran 2008 ini Pemda Kota Bogor sudah mengalokasikan perbaikan dan perawatan badan jalan di Kota Bogor ini. [126/132/HTS/B-15]