SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Paket Stimulus Ekonomi Ditandatangani

Paket stimulus ekonomi senilai US$ 168 miliar akhirnya ditandatangani Presiden AS George W Bush, Rabu (13/2). Stimulus ekonomi, yang diberikan dalam bentuk diskon pajak bagi jutaan warga AS sebagai upaya menyelamatkan perekonomian AS dari ancaman resesi.

Sebagian besar wajib pajak akan menerima cek lebih dari US$ 600 untuk individu dan US$ 1.200 untuk pasangan suami istri, dengan tambahan US$ 300 per anak. Mereka yang berpenghasilan lebih dari US$ 75.000 dan pasangan yang berpenghasilan hingga US$ 150.000 akan memperoleh diskon pajak lebih kecil, yakni kurang US$ 50 dari tiap US$ 1.000 penghasilan yang mereka peroleh hingga mencapai batasan tersebut. Diskon pajak akan mulai dicairkan pada bulan Mei. "Saya tahu banyak warga Amerika prihatin terhadap masa depan ekonomi kita," kata Bush. [AP/E-9]

Komandan AU Ingatkan soal Kudeta

Komandan Angkatan Udara Filipina Pedrito Cadungog memperingatkan tentara agar tidak bergabung membentuk komplotan baru untuk menggulingkan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. "Saya sudah pernah di sana dan saya gagal. Kita perlu belajar dari pengalaman," tandas Cadungog, Rabu (13/2) merujuk pada pengalamannya bergabung dengan kelompok yang mau mengudeta pemerintah.

Ia menuturkan pernah bergabung dengan faksi militer yang ambil bagian dalam revolusi untuk menggulingkan Presiden Ferdinand Marcos pada1986. Ia juga mengatakan pernah bergabung dalam kudeta gagal pada 1987. Tuntutan hukum terhadap sebagian besar perwira yang terlibat dalam komplotan kudeta 1980-an dibatalkan setelah dicapai kesepakatan dengan pemerintah.

Sementara itu, pasukan keamanan Filipina siaga pada Kamis ini di tengah keprihatinan akan terjadinya penyusupan komunis ke protes massa untuk menuntut pengunduran Arroyo. [AP/AFP/Y-2]

PBB Bersidang tentang Kosovo

Rencana deklarasi kemerdekaan Kosovo oleh para pemimpin etnis Albania dibicarakan dalam sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB), Kamis (14/2). Sidang digelar atas permintaan Serbia. Kosovo adalah provinsi dari Serbia. Tetapi, Kosovo berada di bawah pengawasan PBB dan NATO sejak serangan udara yang dikomandoi NATO berhasil menghentikan pembantaian Serbia terhadap separatis etnis Albania pada 1999.

Dalam permintaan yang disampaikan Selasa (12/2), Dubes Serbia untuk PBB, Pavle Jevremovic, meminta DK PBB untuk mempertimbangkan situasi sangat genting di Kosovo. Dubes Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, mendukung permintaan Serbia yang mendesak dewan agar mempertimbangkan perkembangan-perkembangan membahayakan, yang tengah berlangsung di Kosovo.

Perdana Menteri Serbia Vojislav Kostunica dalam imbauan hari Rabu (13/2) menyerukan warga etnis Serbia di Kosovo agar tetap bertahan di sana apabila kemerdekaan akhirnya dideklarasikan oleh etnis Albania. Kostunica berjanji, Beograd tidak akan pernah mengakui kemerdekaan Kosovo. [AP/E-9]


Last modified: 13/2/08