SUARA PEMBARUAN DAILY

AS Balas Gertakan Rusia

   AFP - Condoleezza Rice - Vladimir Putin

[WASHINGTON] Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Condoleezza Rice menegaskan pernyataan-pernyataan Rusia pada beberapa hari terakhir tidak bisa diterima dan patut dicela. "Retorika Moskwa pantas dicela. Hal ini tidak bisa diterima," tandas Rice, saat berbicara di Komite Hubungan Internasional, Senat AS, Rabu (13/2).

Sebagaimana diketahui, Rusia geram dengan rencana AS untuk memasang perisai rudal di Ceko dan Polandia, negara-negara bekas satelit Uni Soviet. Rusia juga mengkritik keras aktivitas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang disebutnya "pelenturan otot" NATO. Rusia telah mengancam akan mengarahkan rudal ke Ukraina apabila bekas wilayah Uni Soviet ini tunduk kepada NATO.

Rice menilai pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut Moskwa bisa mengarahkan rudal ke Ukraina, jika menerima rencana NATO untuk menempatkan fasilitas rudal pertahanan di negaranya, tidak membantu hubungan kedua negara. Rice merujuk pada kerja sama AS-Rusia mengenai Iran, Korea Utara, serta Timur Tengah.

Seusai pembicaraan dengan Presiden Ukraina Viktor Yuschenko di Kremlin, Putin mengatakan keputusan bergabung dengan NATO memang merupakan hak prerogatif Ukraina. Tapi ia mengingatkan, keputusan itu akan membatasi kedaulatan Ukraina. "Kami tidak berhak dan tidak akan ikut campur dalam upaya Ukraina menjamin keamanan mereka sendiri," tegas Putin.

Putin juga mengingatkan, jika Ukraina memutuskan untuk menjadi tuan rumah bagi fasilitas rudal pertahanan NATO maka Rusia akan dipaksa untuk bereaksi. "Rusia tidak dapat menghindari diri mengarahkan sistem rudal ofensif kami ke Ukraina," ujar Putin.

Moskwa melihat ekspansi NATO sebagai ancaman bagi keamanan Rusia.

Dukung Ukraina

Anggota Komite Hubungan Internasional, Senat AS, saat dengar pendapat dengan Rice menegaskan dukungan mereka bagi Ukraina dan Georgia untuk menjadi anggota NATO. Mereka juga menyetujui resolusi untuk membela posisi Ukraina. Tapi resolusi itu, akan menjadi kebijakan yang tidak terikat sebelum diloloskan oleh seluruh anggota Senat sebagai sikap resmi Senat AS.

Pada Jumat (8/2) lalu, Putin mengatakan Rusia siap berkompetisi dalam perlombaan senjata baru. "Sudah jelas, bahwa perlombaan senjata baru sedang bergulir di dunia. Kita tidak boleh membiarkan diri kita tenggelam di dalamnya," kata dia.

Situasi ini akan membuat Rusia "dipaksa untuk membalas" guna menjawab setiap tantangan baru. Selama delapan tahun menjabat presiden, Putin sendiri telah meningkatkan anggaran militer dan menyetujui latihan militer berskala besar [AP/AFP/B-14]


Last modified: 13/2/08