SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemimpin Hizbullah Tewas

AFP - Imad Mughnieh

[BEIRUT] Pemimpin Hizbullah Imad Mughnieh yang diduga terkait dengan sejumlah serangan mematikan di negara-negara Barat dan Israel pada 1980-an dan 1990-an, terbunuh dalam ledakan bom mobil di Damaskus, Suriah, Selasa (12/2). Demikian diumumkan kelompok milisi Syiah itu, Rabu (13/2).

Mughnieh, salah seorang figur terkemuka di balik terorisme dunia. Ia juga buronan paling dicari oleh Amerika Serikat dalam 20 tahun lebih. Saksi mata mengatakan ledakan bom berasal dari mobil Mitsubishi Pajero yang diparkir di lingkungan pemukiman mewah Kfar Suseh yang baru selesai dibangun, Selasa.

Pihak Suriah menyebut pembunuhan terhadap Imad sebagai aksi teroris dan pengecut. Penyelidikan telah dilakukan guna mengungkap pelaku di balik pembunuhan itu. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Suriah Bassam Abdel-Majid menyampaikan belasungkawa pada rakyat Lebanon dan keluarga Mughnieh.

Kelompok Hizbullah menuding Israel berada di balik serangan itu. "Imad Mughnieh tewas sebagai martir di tangan zionis Israel," demikian pernyataan resmi Hizbullah.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert membantah tudingan itu. Sementara Amerika Serikat (AS) secara terbuka menyambut kematian Imad Mughnieh. "Dunia menjadi tempat yang lebih baik," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack."Dia (Imad) adalah pembunuh berdarah dingin," tambahnya.

Mantan kepala dinas rahasia Israel, Mossad, Dany Yatom, mengatakan dia tidak mengetahui siapa yang membunuh Mughnieh. Tapi menyebut tindakan itu kesuksesan komunitas intelijen.

Buronan Licin

Mughnieh, yang tewas pada usia 45 tahun, dijuluki "si rubah" karena selalu bisa meloloskan diri dari upaya penangkapan. Dia dituduh menjadi otak di balik rangkaian serangan terhadap AS dan Israel, termasuk penculikan terhadap orang-orang Barat di Lebanon pada 1980-an dan pengeboman Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires, yang menewaskan 29 orang.

Dia juga terkait dengan pengeboman barak Angkatan Laut AS di Bandara Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 warga AS, serta pembajakan pesawat TWA dengan nomor penerbangan 847 pada 1985 yang menewaskan penyelam Angkatan Laut AS. Sejak aksinya di Beirut, Pemerintah AS menawarkan hadiah hingga US$ 5 jut, untuk informasi yang bisa digunakan untuk menangkap Mughnieh.

Intelijen negara-negara Barat menduga Mughnieh bekerja di bawah intelijen Iran. Pada daftar tersangka teroris yang dibuat Deplu AS, Mughnieh berada setingkat dengan Osama bin Laden. Iran sendiri, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Mohammad Ali Hosseini, mengutuk keras pembunuhan Imad, dengan menyebutnya sebagai contoh aksi terorisme terorganisasi yang dilakukan rezim zionis.

Mughnieh yang bersembunyi sejak 1990, dilaporkan telah melakukan operasi plastik untuk mengubah penampilannya. Kematiannya menjadi tamparan bagi Hizbullah. Warga Desa Tair Debba, dekat kota Tyre di selatan Libanon, yang menjadi tempat kelahiran Mughnieh, dilaporkan berkumpul di jalan-jalan, untuk mendengarkan laporan di radio, dan televisi, mengenai kematian Mughnieh.

Kepala Desa Tair Debba, Hussein Saad, mengumumkan masa berduka selama tiga hari. "Dia merupakan legenda. Kami selalu mendengar kemenangannya melawan Israel," tukas Ahmad, warga Desa Tair Debba, yang memanjat tiang listrik untuk memasang bendera hitam. "Hari ini, masing-masing dari kami telah menjadi Imad Mughnieh melawan Israel," ujarnya. Mughnieh dimakamkan Kamis ini. [AFP/B-14]


Last modified: 13/2/08