SUARA PEMBARUAN DAILY

Dari Festival ke Dapur Rekaman

Istimewa  - Band ÒdÕMasivÓ.

Usai mengeluarkan album kompilasi bersama sejumlah finalis kompetisi, A Mild Live Wanted 2007, band d'Masiv menapaki tahun 2008 dengan album solo mereka bertajuk, Perubahan, produksi Musica Studio's.

Band yang dimotori oleh Rian sebagai vokalis, Kiki dan Rama pada gitar, Why pada dram, dan Ray pada bas ini, mengusung lagu bertajuk Cinta Ini Membunuhku, sebagai single pertama.

"Untuk lagu single kami mencari lagu yang agak lambat, tapi tidak semua lagu di album ini terdengar lembut. Ada juga beberapa lagu yang terdengar keras," kata Rian.

Rian mengatakan, album solo terbaru mereka ini merupakan album solo pertama yang dibuat dibawah perusahaan label rekaman. Namun sebelumnya lewat jalur indie, d'Masiv pernah "menelorkan" satu album solo bertajuk Menuju Nirwana. Hampir semua lagu di album tersebut diusung mereka dalam musik pop progresif.

"Tapi kini kami merasa lebih enjoy di jalur pop-rock, karena kami melihat orang lain juga lebih bisa menikmati musik kami, ketimbang kalau kami selalu membawakan lagu dengan musik yang kencang terus," urainya.

Rian menjelaskan, d'Masiv mereka dirikan sejak para personelnya masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Atas. Sejak didirikan pada Maret 2003, d'Masiv rajin unjuk kebolehan dengan mengikuti berbagai festival musik.

Di beberapa festival yang mereka ikuti, lanjut Rian, d'Masiv sempat menjadi juara, dan puncaknya ketika mereka menjadi kampiun dalam ajang berskala nasional, A Mild Live Wanted 2007.

"Tapi untuk sekarang kami tak kan lagi mengikuti berbagai festival. Kalau dulu kami rajin ikut festival untuk mencari pengalaman manggung dan melatih skill, sekarang kami telah mendapatkan kesempatan besar dengan memiliki album solo. Namun, kalau menjadi bintang tamu dalam sebuah festival, kami tak kan menolak," jelasnya.

Menurut Rian, pada album terbaru mereka ini, d'Masiv telah melakukan banyak perubahan, terutama dari segi instrumen musik. Penampilan d'Masiv kini terlihat kian matang, mereka tak hanya mengemas lagu-lagu yang bercorak pop ballads, namun juga piawai dalam membuat dentum musical pop rock yang enerjik dan menghentak dinamis.

Hal itu tersirat jelas dalam lagu berjudul Diam Tanpa Kata, yang membuktikan kemampuan mereka dalam bermain musik dengan skill yang memikat. Lewat album solo terbaru mereka yang segar, d'Masiv mencoba buktikan bahwa grup band yang lahir dari sebuah festival juga mampu melahirkan sebuah album yang berkualitas.

"Meski dari segi instrumen musik kami banyak melakukan perubahan, namun gaya bermusik kami masih sama seperti dulu, kental dengan atmosfer poprock. Kami tidak akan mengubahnya, karena genre poprock sudah menjadi jiwa kami," ungkap Rian.

Lagu berjudul Il Fil (Manusia Tak Berharga) yang sebelumnya pernah mereka usung pada album kompilasi, kembali dihadirkan. Lagu yang berkisah tentang pengkhianatan ini dibawakan dengan aransemen dan lirik yang begitu kuat. Vokal Rian menawarkan cita rasa pop segar meningkahi aransemen dan lirik lagu yang begitu kuat.

Sentuhan Noey dan Capung ikut memengaruhi karakter lagu yang mereka suguhkan di album ini. Kolaborasi kedua personel Java Jive ini sebelumnya telah terbukti berhasil memperkaya ragam eksplorasi musikal produksi album Peterpan, Nidji, dan Letto.

"Diharapkan lewat tangan dingin keduanya, hasil yang sama juga akan diraih album solo pertama d'Masiv. Terlebih karena perubahan dari segala dinamika dan konsep juga makin membuat judul albumnya terasa penuh makna," tandas Eksekutif Produser PT Musica Studio's, Indrawati Widjaja. [Y-6]


Last modified: 13/2/08