SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

KSPSI Tidak Agendakan Rekonsiliasi

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Jacob Nuwa Wea, yang akan berlangsung di Bogor, 18-20 Februari mendatang, tidak mengagendakan rekonsiliasi dengan enam mantan pengurus DPP KSPSI. Mereka telah dipecat akibat menyelenggarakan Kongres KSPSI VII pada Agustus 2007, yang kemudian melahirkan ketua baru KSPSI, Syukur Sarto. "Kongres itu tidak sah karena Rakernas menetapkan Kongres dilaksanakan pada Februari 2008," kata Sekjen KSPSI, Latief Nasution di Jakarta, Selasa (12/2).

Dikatakan, kemungkinan rekonsiliasi hanya diberikan kepada pengurus-pengurus di daerah yang mengikuti kongres luar biasa itu, sementara para dedengkot penyelenggaranya tidak akan diampuni. "Enam tokoh penyelenggara sudah diperingatkan tiga kali agar tidak menggelar kongres, tetapi tidak menggubrisnya sehingga dikenai sanksi pemecatan sebagai anggota KSPSI,'' katanya.

Dikemukakan, KSPSI mengalami perpecahan setelah berakhirnya kongres pada tahun 2005, yang kembali mengukuhkan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jacob Nuwa Wea sebagai Ketua Umum KSPSI, mengalahkan calon lainnya Syukur Sarto. Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) KSPSI, Hanafi Rustandi, dalam penjelasan tertulisnya mengatakan, KSPSI pimpinan Jacob Nuwa Wea maupun kubu Syukur Sarto, harus mempunyai kesadaran tinggi untuk menyelamatkan keutuhan organisasi. [L-7]

SP/Ruht Semiono

Impor Beras

Seorang buruh membongkar muatan beras yang akan dikirim ke Batam menggunakan kapal laut di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (13/2). Perum Bulog menyatakan belum berencana menambah impor beras meski volume cadangan beras pemerintah sebesar 350 ribu ton. Alasannya, persediaan beras Bulog sebesar 1,7 juta ton masih mencukupi.


Last modified: 14/2/08