SUARA PEMBARUAN DAILY

Australia Minta Maaf pada Aborigin

[CANBERRA] Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Rabu (13/2), menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat Aborigin, atas ketidakadilan yang dilakukan lebih dari dua abad oleh warga kulit putih.

"Kami minta maaf atas hukum dan kebijakan yang dibuat parlemen dan pemerintah, yang telah mengakibatkan duka mendalam, penderitaan, dan kehilangan bagi saudara kita masyarakat pribumi Australia," katanya.

Permintaan maaf itu menjadi momen penting yang disiarkan secara langsung oleh jaringan televisi nasional. Di beberapa kota, tampak kumpulan massa menyaksikan dari layar televisi lebar, permintaan maaf yang disampaikan Rudd. Sebelumnya, pendahulu Rudd, John Howard, menolak menggunakannya saat dia masih berkuasa.

Lebih dari 1.000 rakyat Aborigin yang datang dari berbagai pelosok negeri berkumpul di luar gedung parlemen dan gedung-gedung publik, untuk menyaksikan tonggak sejarah rekonsiliasi di Australia itu.

Tepuk tangan dan teriakan penuh haru, diberikan oleh kumpulan massa yang berada di luar parlemen. Terutama, dengan disinggungnya soal penganiayaan terhadap rakyat Aborigin dan tentang pencurian generasi, dengan pemisahan secara paksa anak-anak dari keluarganya, yang terjadi hingga tahun 1970 dengan tujuan untuk mengasimilasi mereka dengan warga kulit putih.

"Kami Parlemen Australia, dengan penuh hormat menyampaikan permintaan maaf ini diterima dengan semangat yang ditawarkan sebagai bagian dari penyembuhan bangsa ini. Ketidakadilan pada masa lalu, jangan pernah terjadi lagi," imbuhnya.

Dia juga mengatakan, sudah tiba waktunya saat manusia harus merekonsiliasi masa lalu dengan masa depan mereka. "Bangsa kita, Australia, telah mencapai masa itu, dan itulah mengapa parlemen berkumpul di sini hari ini, untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang belum selesai. Menghilangkan hambatan besar dari jiwa bangsa ini dan dengan semangat rekonsiliasi, untuk membuka babak baru dalam sejarah negeri Australia yang besar ini," sambung Rudd. [AFP/B-14]


Last modified: 13/2/08