SUARA PEMBARUAN DAILY

Henin Optimistis Juara 3 "Grand Slam"

Justine Henin

[ANTWERP] Petenis nomor satu putri dunia, Justine Henin (Belgia), menyatakan tidak kehilangan kepercayaan diri hanya karena sekali kalah dalam enam bulan terakhir penampilannya di kancah pertenisan dunia. Dia menegaskan tetap menargetkan merebut tiga gelar juara turnamen grand slam (Prancis Terbuka, Wimbledon, AS Terbuka), dan medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Hal itu ditegaskan Henin di Antwerb, Belgia, Selasa (12/2), sebelum tampil pada babak kedua turnamen tenis Diamon Games, di Antwerb, Kamis (14/2). Henin langsung maju ke babak kedua setelah dinyatakan menang bye (tanpa tanding) di babak pertama. Di babak kedua dia ditantang peringkat ke-76 dunia, Tsvetana Pironkova (Bulgaria) yang telah menyisihkan Anne Kremer (Luksemburg) 6-1, 6-1.

Semula Henin menargetkan empat gelar juara grand slam, namun satu (Australia Terbuka) lepas dari Incarannya. Dia dikalahkan Maria Sharapova (Rusia) di perempat final Australia Terbuka, Januari lalu.

"Anda harus tetap bekerja keras, karena masih sangat berat menjuarai satu grand slam saja," tutur Henin yang baru akan tampil kembali di lapangan pertandingan setelah kalah dari Sharapova.

Jika Henin perlu pemacu kepercayaan dirinya, tidak ada tempat yang lebih baik ketimbang di Sports Palace, Antwerp, Belgia. Lebih dari 13.000 penggemar fanatiknya telah memborong tiket untuk menyaksikan penampilan ratu tenis nasional Belgia ini Kamis besok.

"Penampilan saya nanti akan menjadi hadiah bagi penggemar saya. Mereka selama ini selalu mendukung saya," lanjut Henin yang tampil untuk pertama kali pada turnamen Asosiasi Petenis Putri Dunia (WTA) di Tanah Airnya dalam lima tahun terakhir.

Dalam beberapa tahun terakhir Henin mendominasi kancah pertenisan putri dunia. Dia menjuarai dua dari tiga turnamen grand slam yang dia ikuti 2007. Dia juga telah menang 32 kali berturutan sebelum ditaklukkan Sharapova tiga minggu lalu.

Sharapova memaksa Henin memeras banyak keringat dalam pertandingan itu dan menang dua set langsung, termasuk 6-0 di set kedua.

"Saya bukanlah mesin dan tidak ada yang terambil dari prestasi yang telah saya buat. Saya tidak terkalahkan dalam beberapa bulan dan ini menjadi beban juga. Saya tahu kekalahan pasti akan datang suatu hari. Sharapova-lah yang kemudian menaklukkan saya. Sangat baik punya lawan hebat seperti dia. Ini akan membuat saya mengembangkan diri lebih jauh," komentar Henin tentang kekalahan pertamanya sejak dia kalah dari Marion Bartoli (Italia) di semifinal Wimbledon, Juli 2007. [AP/A-11]


Last modified: 13/2/08