
[JAKARTA] Keinginan atlet Salatiga, Jawa Tengah, Triyaningsih tampil di nomor maraton pada Olimpiade Beijing, Tiongkok, Agustus mendatang tidak terlaksana. Hal itu terjadi karena Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mencoret nomor tersebut dari pemusatan pelatihan nasional (Pelatnas) Olimpiade.
Meski kecewa, Tri, panggilan akrab Triyaningsih tetap menerima keputusan tersebut. "Mau bagaimana lagi kalau keputusannya seperti itu. Yah, saya ikuti saja program yang diberikan saat ini," kata Tri saat dihubungi SP, Selasa (12/2).
Ia mengaku peluangnya berat tampil di nomor lain selain maraton. Karena itu, ia pasrah apa yang terjadi pada Olimpiade nanti. "Sebenarnya target saya adalah di nomor maraton karena peluang meraih medalinya cukup besar. Kalau nomor lain rasanya berat," tuturnya. Namun, tim manajer atletik untuk Olimpiade 2008, Paulus Lay mengatakan, Tri didorong tampil pada nomor yang selama ini menjadi andalannya. "Kami mendorong Tri di nomor lari 5.000 dan 10.000 meter," katanya.
Menurut dia, Tri berhasil meraih emas di dua nomor tersebut pada SEA Games lalu. Selain itu, Tri juga memiliki catatan waktu yang mendekati limit waktu Olimpiade. Untuk nomor 5.000 meter, atlet Salatiga itu meraih catatan waktu 15.54 detik. Sedangkan batas waktu Olimpiade 15,24 detik. Sementara pada nomor 10.000 meter, Tri mencatat waktu 34 detik dan limit Olimpiade 32,20 detik.
Dengan catatan waktu tersebut, Paulus yakin Tri bisa lolos ke Olimpiade. "Tri harus mengejar dua batas waktu tersebut pada Thailand Open, April nanti. Jika berhasil maka ia lolos ke Olimpiade nanti," tuturnya.
Sekalipun hampir mendekati batas waktu yang ditetapkan, Tri tetap menegaskan peluang meraih medali di dua nomor tersebut berat. "Lawan-lawannya berat, apalagi itu turnamen dunia. Saya dari awal berharap agar tidak turun di dua nomor itu," ujar atlet yang memiliki tinggi badan 145 sentimeter dan berat badan 37 kilogram.
Pelatnas atletik Olimpiade pekan lalu mengumumkan mencoret nomor maraton. [RBW/L-9]