Inggris berada di peringkat pertama dalam peringkat fair play (bermain bersih) Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA). Bila dapat mempertahankan posisi itu hingga April mendatang, maka akan ada bonus bagi klub-klub asal Inggris. Bonus yang akan diterima berupa penambahan jatah klub untuk berlaga di Piala UEFA musim mendatang. Ada dua negara lain yang menghuni urutan berikutnya setelah Inggris. Kedua negara itu, adalah Norwegia dan Jerman.
Peringkat fair play dinilai berdasarkan penampilan klub-klub dan tim nasional di kompetisi yang berlangsung di Eropa. Penilaian tersebut didasarkan pada beberapa kriteria, seperti tingkah laku pendukung, permainan positif, hormat kepada lawan, hormat terhadap wasit, dan paling sedikit menerima kartu kuning dan kartu merah.
Selain tiga negara tersebut, Swedia, Prancis, Denmark, Spanyol, Estonia, dan Finlandia juga berpeluang mendapatkan penghargaan fair play. Ada tiga tempat yang akan diperebutkan negara-negara di Eropa itu. Tempat tersebut akan diberikan kepada negara yang finis di peringkat fair play dengan nilai rata-rata di atas delapan. [Rtr/W-11]
Setelah secara memalukan merosot ke urutan 164 dalam peringkat Federasi Sepakbola Internasional (FIFA), jauh lebih buruk daripada beberapa negara pulau kecil dan negara yang tengah diporak-porandakan perang, tim nasional Malaysia mencari bantuan profesional.
Untuk mengembalikan kejayaan yang pernah mereka nikmati dua dekade lalu, Malaysia berpaling kepada Manchester United (MU) dan legenda Liverpool Ian Rush serta seorang pelatih baru yang sangat berpengaruh. [AP/W-11]