[SIDOARJO] Tanggul penahan lumpur di titik 40 Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (12/2) petang, jebol lagi selebar 5 meter setelah di sekitar kawasan tersebut diguyur hujan deras. Akibatnya, genangan air bercampur lumpur di RT 1, 2, 4 dan 5 Dusun Ginonjo, kembali naik rata-rata 50 sentimeter.
Tanggul di titik 40 sebelumnya pada Minggu (10/2) jebol selebar 15 meter, tetapi Senin (11/2) berhasil disumbat petugas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menggunakan karung berisi pasir. Karena hujan deras, tanggul tersebut jebol kembali selebar 5 meter.
Warga yang mengungsi di bekas jalan tol Porong Sidoarjo-Gempol Pasuruan, panik. Mereka kemudian berbondong-bondong kembali mengangkuti barang tersisa miliknya. Pada jebolan pertama, barang berupa perabotan rumah tangga, televisi dan pakaian diamankan.
Setelah genangan di dalam rumah warga surut dan tanggul berhasil disumbat, penduduk menghentikan pemindahan barangnya ke tempat yang aman. "Sangat tidak aman bermukim di balik tanggul. Begini kok tidak diberi ganti rugi," kata warga RT 1 RW V Desa Besuki, M Yasin kepada SP, di Sidoarjo, Selasa (12/2).
Upaya penyumbatan tanggul langsung dilakukan petugas BPLS, karena alat berat yang digunakan untuk mengangkat karung berisi pasir masih berada di sekitar tanggul yang jebol.
Menurut M Yasin, war- ga Besuki menolak renca- na pemberian bantuan dana Rp 500.000 per keluarga yang terkena luberan lumpur. Alasannya, bantuan itu bukan menjadi tuntutan utama. Tuntutan warga ingin desanya masuk dalam peta terdampak lumpur, sehingga bisa mendapatkan ganti rugi. [080]