SUARA PEMBARUAN DAILY

Evakuasi Kapal Tanker Gagal

[MERAK] Upaya mengevakuasi kapal tanker Jamrud Selatan yang kandas di Pantai Merak, di depan Merak Beach Hotel, Cilegon, Banten, Selasa (12/2), gagal. Padahal, dua tug boat (kapal tunda) milik Perusahaan Daerah Pelabuhan Cilegon Mandiri, sudah dikerahkan untuk menarik kapal tanker itu. Posisi kapal berada di daratan dan bagian bawah kapal terbenam pasir, sehingga menyulitkan tug boat menarik kapal itu.

Selain itu, angin kencang yang melanda Selat Sunda pada umumnya, dan Perairan Merak pada khususnya, membuat dua tug boat mengalami oleng ketika berusaha menarik kapal itu. Padahal, kalau dilihat dari kondisi air laut di kawasan itu, sudah cukup memungkinkan untuk mengevakuasi kapal tanker yang kandas sejak Jumat (8/2).

Kapal tanker milik PT Samudera Pasifik Selatan asal Surabaya itu akan dievakuasi pada 20 Februari mendatang. Diharapkan, pada saat itu, cuaca di Selat Sunda sudah membaik, sehingga tidak mengalami kesulitan lagi dalam melakukan evakuasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua unit tug boat berusaha menarik kapal itu dengan menggunakan tali, namun tali sepanjang 200 meter yang digunakan untuk menarik kapal tanker itu tiba-tiba putus. Sementara kapal tanker sama sekali tidak bergerak,

Terlambat

Kepala Seksi Penyelamatan dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Merak, Banten, Muhammad Amin mengatakan, jadwal evakuasi yang dilakukan itu agak terlambat dari waktu yang disepakati sebelumnya.

"Penarikan kapal tanker itu melewati batas ketentuan yang sudah dikoordinasikan bersama. Sebab, sebelumnya sudah dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB untuk penarikan, namun upaya penarikan itu malah molor sampai dengan pukul 10.40 WIB," ujarnya.

Seharusnya, semua order kapal tunda dan perlengkapan lain sudah dipersiapkan sejak malam, sehingga di pagi hari bisa langsung digunakan. Apalagi, posisi kapal yang sudah terdampar di permukaan pasir itu sudah mengakibatkan lambung kapal tertimbun pasir dengan kedalaman 80 sentimeter, sehingga perlu penyedotan pasir dan beberapa perlengkapan lain.

"Kami meminta dalam waktu beberapa hari ini, pihak kapal harus mempersiapkan segala perlengkapan dan kesiapan evakuasi lain seperti alat pengerukan dan penyedot pasir, jangkar untuk menahan kapal, dan tali. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Serang, pada tangal 20 Februari nanti, kondisi air laut sudah sedikit membaik sehingga memungkinkan evakuasi kapal tanker itu dilakukan," ujarnya.

Jefry dari PT Samudera Pasifik Selatan Surabaya mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk mengevakuasi kapal tanker itu. Diharapkan upaya evakuasi kapal itu akan berhasil dan lancar.

Kepala Bidang Kelaiklautan Adpel Merak, Adang Rodiana menyatakan, pihaknya saat ini belum mengetahui tingkat kerusakan kapal tangker tersebut. Ia memperkirakan, kerusakan kapal hanya rusak ringan saja. [149]


Last modified: 13/2/08