[MOSKWA] Juru Bicara Angkatan Udara Rusia Alexander Drobyshevsky mengatakan, pesawat Tupolev TU-95 milik Rusia, yang terbang melintasi kapal induk Amerika Serikat (AS), Sabtu (9/2), tengah melakukan patroli rutin. Dia menegaskan, tidak ada pelanggaran perjanjian apa pun, saat pesawat pembom Rusia itu terbang melintasi samudera Pasifik.
Dikatakan, Selasa (12/2), pesawat-pesawat pembom Rusia melakukan penerbangan dengan tetap berpegang penuh pada ketentuan internasional, yang mengatur mengenai penerbangan di atas perairan netral, tanpa melanggar batas wilayah negara lain. Dia menambahkan, pesawat-pesawat Rusia itu telah memenuhi tugas mereka, saat mereka dikawal pesawat tempur AS.
Insiden pertemuan pesawat Rusia dengan kapal induk AS sendiri kerap terjadi selama perang dingin. Insiden yang terjadi Sabtu, tercatat sebagai yang pertama sejak terakhir terjadi pada 29 Januari 2004. Presiden Rusia Vladimir Putin, sejak Agustus 2007, telah memulai lagi latihan patroli jarak jauh melintasi Samudera Atlantik, Pasifik, dan Arktik, yang dilakukan pada era Soviet.
Kepala Operasi Angkatan Laut AS Admiral Gary Roughead, Selasa, mengatakan, dirinya tidak melihat penerbangan pesawat Rusia sebagai tindakan yang provokatif. Tapi dia mengakui, dirinya tidak percaya Rusia memberikan pemberitahuan lebih dulu. Dia menambahkan, AS tidak meminta penjelasan, demikian juga Rusia tidak menawarkannya.
Dia mengatakan, meski tidak bijaksana terbang melintas di atas kapal induk pembawa pesawat, melintasnya pesawat Rusia itu tidak provokatif, dalam kerangka itu merupakan penerbangan yang sangat terprediksi, telah terdeteksi. "Lalu kita hanya mengikutinya," kata dia. "Saya kira, apa yang kita lihat adalah militer Rusia, [AP/AFP/B-14]