![]()
SP/Ignatius Liliek
Pengunjung memperhatikan foto pada pameran foto bertajuk "Romance In China" di Hal Senayan City, Jakarta, Senin (11/2). Pameran foto yang diikuti oleh sejumlah fotografer Indonesia ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada anak-anak tidak mampu.
oto memang memiliki sejuta makna. Jika bagi Anda foto sekadar mengabadikan momen, tidak demikian dengan Yayasan Hope Worldwide Indonesia. Bagi Yayasan ini, keindahan foto juga upaya menolong kelangsungan hidup 1.000 anak-anak Indonesia.
Lewat acara HOPE Photography Festival For Charity keduanya, Yayasan Hope kembali menggelar pameran foto bertajuk "Romance in China" di depan area Food Hall lantai LG Senayan City, Jakarta Selatan, pada 9 - 23 Februari 2008. Acara ini digelar untuk menggalang dana membantu dan memberdayakan anak-anak Indonesia.
Pameran ini memamerkan 23 karya foto dari fotografer profesional Indonesia dengan menggaet nama-nama seperti Darwis Triadi, Ferry Ardianto, dan Ajie Lubis. Disamping itu ada pula nama-nama fotografer seperti Iswan Soerjanto, Arbain Rambey, Djoni Darmodihardjo, Kristupa Saragih, dan tak ketinggalan seorang relawan dari Yayasan Hope, Theofelus Tjipto Hudayanto (TJ).
Meski pameran foto digelar untuk menggalang dana buat anak-anak Indonesia, foto-foto yang dipamerkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan anak-anak. Setiap pemburu foto justru menonjolkan sisi romantis mereka yang berbeda satu sama lain, sesuai tema yang diusungnya.
Karya milik Djoni berjudul Sudut misalnya. Dalam karya hitam putihnya itu, dia mencoba menunjukkan sisi romantisnya dengan mengabadikan suatu sudut dari bangunan usang serta memperlihatkan kurungan ayam. Dua karya Djoni lainnya yakni, Gui Ling dan Waterfall sarat akan keindahan alam.
Karya foto berjudul Mea Culpa milik Arbain juga seolah ingin menunjukkan keindahan dari suatu konstruksi. Dengan sudut pengambilan dari bawah ke atas, Arbain mencoba menampilkan sisi lain dari keindahan salib. Begitu pun dengan karya lainnya berjudul One Winter Afternoon.
Sementara, romansa dari dua karya milik Ajie tampak sangat kental dan merefleksikan ketenangan, foto sebuah rumah di tengah danau dan foto ladang rumput luas yang mempertontonkan aktivitas hewan-hewan ternak.
Romantisme yang diusung pameran foto semakin terasa lewat kepiawaian TJ merekam dua gambar yang sama-sama memamerkan suasana pantai di sore hari. Karyanya berjudul I'm With You (2007) bercerita soal romansa antara dua orang dewasa yang sedang menghabiskan waktu di pinggir pantai, sedangkan karya lainnya menggambarkan sebuah kursi kosong di tepi pantai di bawah rindangnya pohon.
"Romansa karya I'm With You memang sangat kental karena memperlihatkan dua orang manusia dari kejauhan tepi pantai di sore hari. Tema ini berkaitan dalam rangka menyambut datangnya bulan penuh cinta, Valentine," tutur TJ.
Memang, seluruh foto yang dipamerkan mengambil tema Romance in China, sesuai dengan agenda kalender bulan Februari yang diramaikan dengan Imlek dan Valentine. [CNV/U-5]