SUARA PEMBARUAN DAILY

Dua Stasiun Televisi Berebut Pamor Mode "Sex and the City"

New Line Cinema

Para bintang "Sex and the City" (dari kiri) Kristin Davis, Sarah Jessica Parker, Cynthia Nixon, dan Kim Cattrall.

[NEW YORK] ABC dan NBC, dua stasiun televisi Amerika, kini bersaing sengit memperebutkan pamor mode fesyen seperti yang dipopulerkan serial lawas Sex and the City. Dua serial yang menonjolkan tren fesyen seolah berlomba merebut hati pemirsa.

Selama enam musim, para wanita Amerika sangat setia menyaksikan Sex and the City yang pernah ditayangkan HBO. Penonton seolah ingin meniru atau merujuk penampilan dan gaya busana aktris Sarah Jessica Parker. Entah model sepatu atau gaun yang mirip rancangan Jean Paul Gaultier.

Namun, sejak serial itu tak lagi ditayangkan pada tahun 2004, para fashionista (penggemar fesyen, Red) seakan-akan telah kehilangan rujukan. Paling tidak, mereka kehilangan inspirasi "mingguan" dalam berbusana.

Situasi itulah yang dicermati ABC dan NBC. Dengan berbagai tayangan, dua stasiun televisi tersebut ingin menggantikan pamor tren fesyen yang pernah dipopulerkan Sex and the City. ABC, misalnya, mulai aktif menayangkan Cashmere Mafia, sejak sebulan lalu. Mirip seperti Sex and the City, tayangan itu juga mengemas tren fesyen lewat penampilan tokoh-tokohnya. Sementara stasiun televisi NBC punya Lipstick Jungle. Kebetulan, tayangan tersebut diadaptasi dari karya Candace Bushnell, yang juga pengarang buku Sex and the City.

Lewat peragaan busana New York Fashion Week, dua tayangan tersebut mulai menawarkan diri untuk rujukan mode fesyen bagi kalangan elit fashionita. Para perancang berpendapat ekspos yang dilakukan dapat berpengaruh positif bagi bisnis fesyen. Sama halnya jika, selebriti mengenakan rancangan mereka. Tetapi hal itu hanya dapat terjadi jika ada serial yang cocok dengan merek fesyen bersangkutan dan serial itu benar-benar popular.

Seperti dilansir dari Reuters, pada saat peragaan New York Fashion Week seluruh bintang Lipstick Jungle tampak terlihat duduk di barisan terdepan. Di sana, ada juga bintang Lucy Liu yang membintangi Cashmere Mafia.

"Situasi ini membuat para perancang kian aktif berkarya dan berkreasi," ujar Bushnell setelah menggunting pita pembukaan peragaan busana New York Fashion Week, baru-baru ini bersama bintang-bintang Lipstick Jungle yakni Brooke Shields, Kim Raver, dan Lindsay Price.

Perebutan Pamor

Dalam majalah New York, sebuah tulisan mengomentari perebutan pamor itu. "Sudah bukan rahasia lagi, dua serial tersebut ingin mewarisi para penonton yang pernah dimiliki Sex and the City karya Bushnell." Namun majalah New York berpendapat Cashmere Mafia sebagai pemenang dengan perbedaan yang tipis sekali dalam pertaruhan dunia mode.

Kedua pertunjukan tersebut disebut menawarkan banyak kelebihan, daripada sekadar menjual fesyen. Serial Cashmere Mafia, misalnya digagas oleh produser Darren Star yang juga ikut memproduksi serial Sex and the City. Cashmere Mafia juga didukung oleh pengarah gaya Patricia Fields yang pernah mendukung Sex and the City. Fields adalah pengarah gaya yang pernah mendapat nominasi Academy Awards untuk film The Devil Wears Prada. Sementara Lipstick Jungle hanya mengandalkan skenario adaptasi dari karya lain Bushnell, sang penulis cerita Sex and the City.

"Tayangan seperti ini menggabungkan terobosan perancang dan harapan pemirsa," kata Fields.

Sex and the City adalah serial televisi yang mengisahkan kehidupan empat wanita lajang yang tinggal di Kota New York. Serial itu sudah berakhir pada tahun 2004, namun akan muncul kembali dalam formal layar lebar pada tahun ini.

Pada akhirnya, Koran New York Times menyimpulkan Cashmere Mafia dan Lipstick Jungle adalah gabungan kekuatan sejumlah industri. Di sisi lain, kedua serial dinilai terlalu kental mengimitasi Sex and the City tetapi gagal mempertahankan kekuatannya. Dua tayangan itu tidak menampilkan kesalahpahaman mitos seks, kemewahan dan keceriaan yang menyentuh.

Di pihak lain, aktris cantik Broke Shields belum mau berkomentar banyak soal Lipstick Jungle yang dibintanginya. Tetapi dia menyebut para perancang belum "memeriahkan" serial tersebut.

Sementara itu, perancang busana Filipina, Monique Lhuillier mengaku sebagian karyanya telah siap digunakan dalam kedua serial itu. Dia bahkan telah diminta untuk menyediakan kostum untuk televisi secara rutin.

"Aktivitas ini sangat penting bagi bisnis saya, karena perusahaan kami bukan perusahaan periklanan, tapi perusahaan kecil. Serial televisi adalah promosi gratis dan membuat masyarakat memperhatikan merek kami," tuturnya. [Y-6/U-5]


Last modified: 12/2/08