SUARA PEMBARUAN DAILY

Deptan Lepas 64 Varietas Unggul Kedelai

[JAKARTA] Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian melepas 64 varietas unggul kedelai lokal guna mendukung percepatan swasembada kedelai. Beberapa dari varietas unggul tersebut mampu berproduksi hingga 2,5-3,2 ton per hektar dan bernilai gizi lebih tinggi dari kedelai impor.

Demikian disampaikan Kepala Balitbang Deptan, Achmad Suryana di Jakarta, Selasa (12/2).

Suryana mengatakan, sebetulnya produktivitas kedelai lokal lebih tinggi dari kedelai Amerika Serikat (AS). Sebagai perbandingan umur tanam kedelai lokal 85-90 hari, sedang kedelai Amerika -160-170 hari. Untuk nilai produktivitas (kg/hari/ha), kedelai lokal mencapai 20-25,9. Sedang kedelai AS hanya 17 - 18,1 kg/hari/ha.

Sementara beberapa varietas lokal seperti varietas burangrang dan bromo memiliki kadar protein lebih tinggi dari kedelai AS. Demikian juga kadar protein setelah diolah menjadi tempe. Dari aroma dan rasa, hasil uji organoleptik Balitbang, tempe dari kedua varietas tersebut juga disukai konsumen.

"Kami merekomendasikan agar di Jawa diprioritaskan kedua varietas ini, karena mayoritas peminat kedelai ada di Jawa," ujar Suryana.

Tahun ini Deptan menargetkan produksi kedelai nasional sebesar satu juta ton. Jumlah tersebut setara 50 persen dari total kebutuhan kedelai yang berkisar 2-2,2 juta ton per tahun.

Lebih lanjut Suryana mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa teknologi pendukung yang spesifik lokasi. Selain itu, pihaknya tahun ini memproduksi 35.000 kg benih sumber dari berbagai varietas unggul yang dilepas. Selanjutnya petani dengan bantuan penyuluh akan mengembangkan benih siap tanam dari benih sumber tersebut.

"Dari hasil kajian kami, dengan cara-cara budidaya yang benar, petani bisa memperoleh keuntungan Rp 6 juta - Rp 8 juta per hektar pada tingkat harga jual Rp 6.000 per kg," tutur Suryana.

Sementara itu Kepala Balai Sumber Daya Lahan Balitbang Deptan, Irsal Las mengatakan, dari sisi perluasan areal tanam, kedelai diarahkan untuk ditanam pada lahan sawah, lahan kering, dan lahan pasang surut. Dari ketiga jenis lahan tersebut lahan kering masam merupakan lahan paling potensial karena tersedia sangat luas.

Tingkat produktivitas kedelai di lahan sawah mencapai 1,95-2,3 ton per hektar. Sedang di lahan kering masam 1,92-2,01 ton/ha dan di lahat pasang surut mencapai 1,7-2,3 ton per hektar.

Hasil kajian Balitbang Deptan, terdapat 13 juta hektar lahan yang potensial untuk usaha budi daya kedelai tersebar di 13 provinsi. [L-11]


Last modified: 13/2/08