Suara pembaca dikirim melalui email opini@suarapembaruan.com atau Faks ke redaksi, disertai alamat lengkap dan fotocopy identitas yang masih berlaku
Berawal rasa tertarik untuk berlanggan internet dari fastnet (First Media) karena harganya cukup murah, ternyata malah rasa kesal saja yang di dapat. Awalnya saya di janjikan untuk di survei dan akan dilakukan pemasangan di tempat saya Jumat (1 Februari 2008). Untuk informasi, internet yang akan saya pasang adalah paket yang paling murah (kecepatan up to 384 Kbps).
Sampai pada hari dijanjikan, tidak ada yang datang. Saya maklum, karena hari itu hujan deras melanda Jakarta. Selasa pagi, 5 Februari 2008, saya kembali menelepon ke Fastnet untuk jadwal ulang, dan di janjikan akan dilakukan pemasangan pada keesokan harinya yaitu Rabu. Rabu paginya, saya kembali menelepon untuk konfirmasi kepastian jam pemasangan, tapi malah di katakan bahwa di data mereka saya di jadwalkan 9 Februari, bukan Rabu 6 Februari seperti yang mereka janjikan. Karena saya sangat membutuhkan internet, saya minta untuk dijadwalkan lebih cepat, dan mereka bilang besok (Kamis, 7 Februari) antara pukul 09.00-12.00 dilakukan pemasangan. Saya menanyakan apakah saya perlu telepon lagi untuk kepastiannya, dan dijawab tidak perlu.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, saya berinisiatif menelepon mereka Rabu siang sekadar memastikan Kamis mereka akan datang, seperti yang dijanjikan. Tapi jawaban yang saya dapat mereka jadwal mereka sudah penuh dan saya dijadwalkan 9 Februari. Saya bertanya dalam hati, kenapa sebelumnya berani menjanjikan Kamis pasti bisa? Mau berlangganan internet saja harus sabar. Apakah karena saya ingin paket internet yang paling murah lalu mereka seenaknya memundurkan jadwal dan memberi info yang tidak konsisten?
Andre
Jakarta