![]()
AFP/GIANLUIGI GUERCIA
Para pemain tim nasional Mesir merayakan kemenangan setelah menjadi juara Piala Afrika di Stadion Accra, Ghana, Senin (11/2).

[ACCRA] Mesir mempertahankan gelar juara Piala Afrika setelah di final mengalahkan Kamerun 1-0, di Accra, Ghana, Minggu (10/2) malam waktu setempat, atau Senin (11/2) dini hari WIB. Gelar juara itu merupakan yang keenam kalinya bagi Mesir, setelah mereka juara pada 1957, 1959, 1986, 1998, dan 2006. Pada 1986, di final Mesir juga mengalahkan Kamerun.
Mohamed Aboutreika mencetak gol tunggal di menit ke-77, memanfaatkan umpan silang Mohamed Zidan. Aboutreika mencetak empat gol di kompetisi tersebut.
"Sungguh menggembirakan mencetak gol untuk negara saya," kata Aboutreika, yang juga mencetak gol di final Piala Afrika 2006 melawan Pantai Gading.
"Dukungan semua pemain dan 80 juta penduduk Mesir yang memberikan semangat dari rumah yang membuat saya mencetak gol," tambahnya.
Menurutnya, gelar juara di negara lain sungguh merupakan hasil yang luar biasa. Dua tahun lalu, sebagai tuan rumah, Mesir juara setelah mengalahkan Pantai Gading. "Sungguh luar biasa. Ini mungkin lebih baik dari pencapaian kami sebelumnya," katanya.
Gol tunggal Aboutreika dipicu kesalahan kapten Kamerun, Rigobert Song. Song bermaksud menghalau bola, namun bola tersebut berhasil dikuasai Zidan. Oleh Zidan, bola disodorkan ke Aboutreika yang langsung menghujamkannya dengan keras ke sudut kanan gawang Kamerun yang dikawal Carlos Kameni. Song pun terlihat geram dengan dirinya. Dia hanya bisa menggigit seragamnya dan memandang langit seolah minta maaf.
Namun, gelandang Kamerun Geremi menolak untuk menyalahkan Song. "Kami semua kecewa. Dalam sepakbola, bila seorang pemain melakukan kesalahan, Anda tidak bisa menyalahkannya," kata pemain Newcastle United ini.
Pelatih Kamerun Otto Pfister sebelumnya sangat ingin memenangi pertandingan tersebut. Dia mencoba menjadi pelatih kedua asal Jerman yang menggapai piala kebanggaan masyarakat Afrika itu. Pada 2002, Winfried Schafer membawa Kamerun meraih Piala Afrika.
Dalam pertandingan tersebut, Pfister hanya menempatkan satu penyerang, Samuel Eto'o. Sayang, penyerang andalan klub Barcelona itu tidak mampu memanfaatkan beberapa peluang. Di samping itu, penampilan penjaga gawang Mesir Essam El Hadary luar biasa. Salah satu penyelamatan gemilangnya, adalah ketika menghalau tendangan bebas dari Geremi di menit ke-18.
"Kami telah bertarung habis-habisan. Namun, inilah hasilnya. Kami ucapkan selamat kepada Mesir. Kami melawan tim yang memang layak untuk juara. Ini bukan suatu kejutan karena mereka merupakan juara bertahan," kata bek Kamerun Bill Tchato.
Duel puncak tersebut disaksikan Presiden Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) Sepp Blatter, Presiden Ghana John Kufuor, dan mantan pelatih Chelsea Jose Mourinho. [AP/W-11]