[PALEMBANG] Tim Sriwijaya FC terus menjadi bahan pembicaraan warga Palembang setelah sukses menggapai gelar juara Liga Djarum Indonesia 2007 dengan mengalahkan PSMS Medan 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat, Minggu (10/2).
Warga Palembang, sejak kemarin malam hingga Senin (11/2) pagi, mulai dari rumah-rumah penduduk, warung kopi bahkan pusat-pusat perbelanjaan selalu membicarakan kemenangan tersebut. Sriwijaya pun mendapatkan hadiah Rp 1,5 miliar dengan gelar juara itu.
"Dengan uang pembinaan sebesar itu semoga Sriwijaya lebih terpacu semangatnya untuk bertarung di musim kompetisi yang lebih besar lagi," kata Sulaiman, warga Kelurahan 7 Ulu usai menyaksikan pertandingan final Minggu malam.
Menurut dia, sepanjang sejarah persepakbolaan di tanah air, Sumsel belum pernah memiliki tim tangguh bahkan mampu menyandang gelar ganda. Sebelumnya, Sriwijaya menjuarai Copa Indonesia.
"Dulu di tahun 1980-1990-an, seingat saya Sumsel pernah memiliki tim terbaik "Kramayudha" binaan salah satu perusahaan terkemuka di provinsi tersebut, tapi tidak sebaik kesebelasan Sriwijaya FC," katanya.
Ia yakin, di bawah binaan pelatih Rahmad Darmawan dengan mendapat dukungan sepenuhnya dari Ketua Umumnya, Syahrial Oesman yang juga Gubernur Sumsel, tim bekas kesebelasan Persijatim ini akan menjadi yang terbaik di tanah air.
Sementara itu, pantauan di beberapa tempat umum termasuk di rumah-rumah penduduk ketika tim Sriwijaya FC bertanding di final melawan kesebelasan PSMS Medan, Minggu malam tampak warga terhanyut dalam suasana semuanya tertuju di layar kaca televisi masing-masing.
Bahkan, di salah satu rumah warga Kelurahan 7 Ulu sedang menyelenggarakan hajatan, banyak yang menyeletuk agar acara dipercepat karena ingin menyaksikan pertandingan bergengsi itu.
Sejarah Baru
Sriwijaya mencatat sejarah baru dengan menjadi tim pertama yang merebut gelar ganda di Indonesia setelah mengalahkan PSMS Medan 3-1 pada final Liga Djarum Indonesia (LDI) 2007 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu.
Bulan lalu, kesebelasan yang dilatih Rahmad Darmawan itu merebut gelar Copa Indonesia 2007 setelah mengalahkan Persipura melalui adu penalti pada final.
Sriwijaya unggul lebih dulu pada final LDI yang berlangsung tanpa penonton itu melalui gol yang dicetak pemain depan Obiora pada menit ke-15 setelah menerima umpan dari tendangan bebas gelandang Zah Rahan. PSMS, yang sejak menit ke-44 bermain dengan 10 pemain setelah bek Murphy Komunple mendapat kartu merah, berhasil menyamakan skor 1-1 melalui tendangan striker James Koko Lomel pada menit ke-69.
Kemenangan Sriwijaya ditentukan melalui sundulan Keith Kayamba pada menit ke-107 memanfaatkan bola umpan tendangan pojok Alamsyah Nasution. Zah Rahan memperbesar kemenangan Sriwijaya melalui tendangan jarak jauh pada menit ke-114. [Ant/153/W-11]