SUARA PEMBARUAN DAILY

Pilkada Bali Habiskan Rp 56 Miliar

[DENPASAR] Pemihan kepala daerah (Pilkada) Bali pada 9 Juli 2008 diperkirakan menghabiskan Rp 56 miliar. Dana itu diambil dari pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2008. Direncanakan 60 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk honor penyelenggara pilkada, mulai tingkat provinsi sampai Panitia Pemungutan Suara.

"Kami telah melakukan berbagai persiapan. Nantinya yang 40 persen akan kami alokasikan untuk pengadaan logistik, seperti kartu pemilih, dan lainnya," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, di Denpasar, Bali, pekan lalu.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sudah resmi mengeluarkan paketnya untuk maju dalam Pilkada Bali, yakni Komjen Pol Made Mangku Pastika berpasangan dengan AA Puspayoga yang sekarang masih menjabat Wali Kota Denpasar.

Duet PDI-P yang mendapat rekomendasi dari DPP PDI-P ini diyakini akan mampu memenangi Pilkada Bali karena keduanya dianggap figur yang sudah merakyat dan dikenal masyarakat Bali.

"Kami yakin calon kami menang. Namun, harus diikuti dengan kerja keras di lapangan, yakni turun ke masyarakat. Kami sudah merapatkan barisan supaya memenangi pertarungan nanti," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-P Tjok Oka Ratmadi.

Partai Golkar melakukan proses penjaringan untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur. Tercatat sebanyak 8 bakal calon gubernur (bacagub) Bali yang mendaftar di Partai Golkar dinyatakan lolos verifikasi. Mereka diundang dalam pertemuan dengan Panitia Penjaringan bacagub Bali di sekretariat Partai Golkar.

Mereka adalah Made Oka Kariana (Partai Buruh), Jro Gede Karang Tangkid Suarshana (wiraswasta), Cokorda Gde Budi Suryawan (Partai Golkar), Gusti Bagus Gde Wijaya Kusuma (akademisi), Gusti Gde Jestawana (LSM), Sang Nyoman Suwisma (purnawirawan TNI AD), Gde Wiratha (pengusaha), dan Anak Agung Gde Antara (mantan Wakapolda Bali). [137]


Last modified: 11/2/08