SUARA PEMBARUAN DAILY

Evakuasi Tanker Tunggu Cuaca Membaik

Kapal tanker Jamrud Selatan yang sejak Jumat (8/2) lalu kandas dan terdampar di Pantai Merak, tepatnya di depan Merak Beach Hotel, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon, Banten, hingga Minggu (10/2) belum bisa dievakuasi dan ditarik ke tengah laut karena masih menunggu cuaca di Perairan Selat Sunda membaik. Tampak pada gambar sejumlah petugas dari pihak kapal tanker Jamrud Selatan melakukan pengerukan pasir yang membenam bagian bawah kapal, dan berusaha meluruskan posisi kapal karena badan kapal mengalami kemiringan lima sampai tujuh derajat. SP/Laurens Dami

[MERAK] Upaya mengevakuasi kapal tanker Jam-rud Selatan milik PT Samudera Pasifik Selatan, asal Surabaya, yang kandas dan terdampar di Pantai Merak, tepatnya di depan Merak Beach Hotel, Kecamatan Pulo Merak, Cilegon, Banten, sejak hari Jumat (8/2) hingga kini belum bisa dilakukan karena masih menunggu cuaca membaik.

Disaat sekarang cuaca di Perairan Selat Sunda pada umumnya, khususnya Perairan Merak sangat buruk akibat angin, hujan dan gelombang tinggi.

Berdasarkan pantauan SP, Minggu (10/2), bagian bawah kapal tanker itu tertanam di pasir. Akibatnya, posisi badan kapal menjadi miring.

Dikhawatirkan kapal yang sedang kandas dan terdampar itu akan terjatuh atau terbalik ke samping jika tidak segera diluruskan posisinya.

Karena khawatir kapal akan terbalik, puluhan pekerja dari agen Kapal Tanker Jamrud Selatan, Minggu (10/2) mengeruk pasir pantai yang membenam bagian bawah kapal. Mereka berusaha meluruskan posisi kapal karena badan kapal mengalami kemiringan sektiar lima sampai tujuh derajat.

Salah seorang petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Merak, Urip Suratno, menjelaskan, untuk menarik kapal tanker itu ke tengah laut harus menggunakan dua sampai tiga tug boat dan tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manusia.

"Posisi kapal itu sudah berada di daratan. Bahkan bagian bawah kapal terbenam di pasir pantai, sehingga menyulitkan petugas untuk mengevakuasi kapal itu. Selain menggunakan tug boat, untuk mengevakuasi kapal itu, harus melibatkan tim penyelam untuk menyedot pasir di pantai, sehingga posisi kapal berada di atas air dan duduk dengan normal," ujar Urip.

Untuk diketahui, Kapal Tangker Jamrud Selatan, yang sejak Kamis (7/2) lalu lego jangkar di sekitar Pulau Merak Kecil, terseret dan terempas gelombang dan ombak setinggi tiga meter, yang mengakibatkan kapal itu kandas dan terdampar di Pantai Merak. Diduga, jangkar yang dilepaskan awak kapal ke dalam laut tidak mampu menahan badan kapal ketika terempas ombak.

Kapal yang hendak mengisi muatan bahan bakar berupa residu di Per- tamina Unit Pemasaran III Terminal Transit Tanjung Gerem Merak itu, hingga kini belum bisa kembali ke Surabaya, karena masih menunggu cuaca benar- benar membaik. [149]


Last modified: 11/2/08