[MANADO] Sekitar 5.167 hektare (ha) tanaman kelapa di Sulawesi Utara (Sulut) terkena penyakit busuk pucuk, yang mengakibatkan produksi turun dan petani mengalami rugi.
Areal tanaman kelapa yang terserang penyakit mematikan itu, tersebar di empat kabupaten, yakni Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa, dan Sangihe.
Kepala Dinas Perkebunan Sulut, Rene Hosang kepada SP, Sabtu (9/2), di Manado mengatakan, serangan penyakit itu, sudah berlangsung sejak petengahan 2007. Ini kebanyakan menyerang tanaman kelapa yang sudah tua. Dalam satu ha, diperkirakan tanaman kelapa jumlahnya sekitar 100 pohon.
Menurutnya, jumlah produksi kelapa menurun saat ini. Produksi setiap tahun sekitar 250.000 ton lebih. Sementara, untuk mengatasi masalah busuk pucuk, pihaknya telah menghitung perlu dana sekitar Rp 4,25 miliar.
Kelapa merupakan tanaman yang potensial di Sulut dan sekitar 80 persen masyarakat memiliki tanaman kelapa. Karena itu, kalau tanaman itu terkena penyakit, akan mempengaruhi pendapatan masyarakat Sulut. Pihaknya akan berupaya mengatasi penyakit mematikan itu. Kelapa sangat berguna membantu peningkatan kesejateraan masyarakat, apalagi harganya saat ini sangat tinggi.
Pantauan SP, harga kopra saat ini Rp 6.500 per kilogram. Ini cukup baik, dan pertama kali terjadi dalam sejarah sejak 20 tahun lalu. "Kami bangga harga kopra naik terus, ini menguntungkan kami," kata Jeffry K, petani kelapa di Minahasa. [136]