
Lambang Babar Purnomo, saksi ahli kasus arca Solo yang tewas di Yogyakarta. Tampak foto korban terpampang di rumah duka, sebelum dimakamkan, Minggu (10/2). sp/fuska sani evani
[YOGYAKARTA] Mencurigai adanya kejanggakan akan tewasnya Lambang Babar Purnomo, saksi ahli kasus pemalsuan arca Museum Radya Pustaka Solo, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Semarang ikut terlibat dalam oleh tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.
Tewasnya Ketua Kelompok Kerja Balai Pelestari- an Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah (Jateng) tersebut memang menyisakan pertanyaan, sebab dari hasil autopsi yang dilakukan RS Sardjito, Lambang yang ditemukan tewas di jalan lingkar utara gang Pandega Satya, Depok, Kabupten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (9/2) pukul 04.30 WIB juga mengalami luka di kepala.
Dengan adanya luka di sekujur kepala Lambang tersebut, Polisi dan keluarga lantas mencurigai bahwa tewasnya Lambang bukan hanya karena kecelakaan lalu lintas.
Tim yang dipimpin AKBP Drs Sodiq Pratomo didampingi Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Saiful Anwar SSos SIK, Minggu (10/2), langsung melakukan olah TKP untuk mengungkap misteri.
Olah TKP di Ring Road Utara Pogung Sinduadi Mlati Sleman tersebut cukup mendapat perhatian dari warga masyarakat, berlangsung sejak pukul 08.15 WIB sampai pukul 11.57 WIB. Namun demikian pihak Pusat Laboratoriun Forensik belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban.
Dihubungi Senin (11/2) pagi, Sodiq Pratono menyatakan, pihaknya baru meneliti tempat kejadian dari pengukuran garis yang diduga bekas motor korban hingga jatuhnya korban.
Sementara itu, Kanit Laka Polres Sleman Ipda A Budisantosa menjelaskan, meninggalnya korban dikarenakan kecelakaan tunggal. Setelah dilakukan pengecekan di TKP, ternyata di lokasi ditemukannya korban tak ada bekas-bekas kerusakan pada parit tersebut. Bahkan sepeda motor Honda Astrea 800 AB 3902 KH yang dikendarai Lambang, hanya mengalami rusak sebagian slebor depan, akibat patahan lama.
"Barang milik korban seperti dompet berisi identitas dan uang, serta dua HP utuh semua," katanya.
Dikatakan, ketika ditemukan, posisi korban tengkurap dalam keadaan tak bernyawa dan masih menggunakan helm pengaman cakil dalam keadaan utuh. Pada kening kanan korban ditemukan 1 sobekan luka sepanjang 7 sentimter dan sepeda motornya menindih korban.
Kakak ipar Lambang, Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto seusai pemakaman, Minggu (10/2), menuturkan, sebelum meninggal, adik iparnya itu mengaku hidupnya tidak nyaman. [152]