SUARA PEMBARUAN DAILY

Popularitas Yudhoyono Belum Tentu Bertahan

[JAKARTA] Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum tentu dapat mempertahankan popularitasnya menjelang pemilihan umum 2009.

"Popularitas seseorang itu akan berubah-ubah dan masih ada waktu satu tahun lagi. Kita lihat saja nanti pada 2009," tutur Muhaimin.

Menurut dia, wacana yang digulirkan Partai Golkar untuk menyandingkan lagi Yudhoyono dan Jusuf Kalla hanya untuk melihat reaksi rakyat. Namun, dia mengingatkan, popularitas Yudhoyono dapat saja turun dan itu akan mempengaruhi pencalonannya pada pemilihan presiden mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof A Chaniago mengatakan wacana yang digulirkan Partai Golkar itu merupakan pendapat yang realistis. Jika Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar dipisahkan dari Yudhoyono atau diusung menjadi calon presiden (capres), akan menimbulkan risiko yang cukup besar.

"Sudah pasti kalau Kalla dimajukan menjadi capres, akan kalah, dan Golkar tidak akan mendapatkan apa-apa atau tidak memiliki peran di pemerintahan," ujar dia.

Menurut dia, pada dasarnya setiap partai politik (parpol), baik besar maupun kecil, mendapatkan "sumber kehidupan" dari negara. Dia merinci selama ini ada dua "sumber kehidupan" bagi parpol, yakni dana resmi dari pemerintah karena sejak 2004 mendapat suntikan dana bagi kelancaran partai-partai tersebut, dan dari sumbangan anggota yang sudah menjabat, baik di dewan pusat, daerah, maupun pejabat tinggi negara.

"Biasanya sumbangan melalui kader yang sudah menjadi pejabat negara melalui pemanfaatan APBN dan APBD. Memang secara hukum itu sulit dibuktikan, tetapi secara indikasi terlihat jelas. Bisa dibayangkan jika capres dari Golkar kalah, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa," ujar dia. [MAR/M-16]


Last modified: 11/2/08