SUARA PEMBARUAN DAILY

"Videophilia" Turunkan Minat Pelestarian Lingkungan

[WASHINGTON] Makin banyak orang di Amerika Serikat (AS) yang menghabiskan waktunya lebih banyak di depan televisi dan komputer. Dampaknya bukan hanya bagi kesehatan mereka, karena kurang adanya aktivitas fisik. Makin sedikitnya waktu seseorang di alam terbuka, berarti makin sedikit pula terjadinya kontak langsung dengan alam, dan akibatnya, makin sedikit minat terhadap pelestarian lingkungan hidup dan (pentingnya) taman nasional serta suaka margasatwa, demikian dilaporkan kantor berita AP pekan lalu.

Kunjungan ke taman-taman nasional dan suaka margasatwa di AS mencapai puncaknya pada 1987 dan setelah itu terus menurun, dan tercatat penurunan sampai 23 persen pada 2006. Berkemah, memancing, dan kunjungan ke taman nasional yang terus menurun, menunjukkan makin sedikitnya minat masyarakat di AS pada alam terbuka, demikian hasil riset yang dikemukakan edisi online Proceedings of the National Academy of Sciences, yang diterbitkan awal pekan ini.

"Menurunnya partisipasi masyarakat terhadap alam terbuka, memberikan dampak yang menentukan pada upaya pelestarian lingkungan hidup yang sedang dijalankan," tulis Oliver RW Pergams dan Patricia A Zaradic dalam laporan riset tersebut, "Kami berpikir mungkin penurunan besar dari minat dan pengalaman di alam terbuka yang menyebabkan berkurangnya pula (pengertian) dan nilai dalam masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup."

Ditambahkan lagi oleh keduanya, "Berpindahnya aktivitas orang dari kegiatan di alam terbuka ke kegiatan videophilia di dalam ruangan, yang lebih banyak menonton televisi dan bermain komputer, menimbulkan konsekuensi yang kurang baik bagi kesehatan fisik dan mental, khususnya anak-anak. Videophilia telah terbukti menyebabkan kegemukan, kurangnya bersosialisasi, kurang bergerak, kurang fokusnya perhatian, dan buruknya penampilan akademis (anak-anak)."

Penurunan terhadap kegiatan-kegiatan di alam terbuka yang terjadi di AS dan Jepang, dimulai pada 1980 dan 1990-an, saat mulai bermunculannya berbagai produk video games dan permainan komputer lainnya. Saat itulah, kegiatan di alam terbuka, termasuk kunjungan wisata ke taman-taman nasional dan suaka margasatwa mulai menurun. [AP/B-8]


Last modified: 10/2/08