[TANGERANG] Baru enam bulan digunakan, SMU Negeri I Rajeg di Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang yang dibangun dengan dana Rp 3,9 miliar itu rusak berat dan nyaris ambruk.
Bagian bangunan sekolah yang rusak adalah bagian kanopi atau teras beranda kelas sepanjang 300 meter (m). Panjang keseluruhan kanopi sekitar 600 m. Bagian kanopi yang jatuh karena kayu dan besi penyangganya tidak mampu menahan beban. Kanopi itu berserakan di lantai.
"Tahu-tahu ambruk, padahal tidak ada hujan ataupun angin," ujar Ahmad Sumarkondi, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan kepada wartawan Minggu (10/2) siang. Peristiwa itu terjadi Sabtu (9/2) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Diakui, bangunan sekolah berlantai dua itu konstruksinya kurang baik. Bagian tembok sekolah banyak yang retak dan plesteran rontok. Lantai keramik banyak lepas dan atap sekolah bocor.
"Sudah banyak masalah sejak awal digunakan," katanya. Pihaknya sendiri mengaku, sudah melaporkan kondisi bangunan ini ke Dinas Bangunan dan Pendidikan setempat, tapi hingga kini belum ada tindakan. "Kami khawatir jika bangunan dengan konstruksi yang sama ini roboh dan menimpa siswa yang sedang belajar," ujar dia.
SMAN 1 Rajeg merupakan sekolah SMA pertama di kecamatan itu. Dibangun pada tahun anggaran 2005-2006 di atas lahan seluas 9.000 m2 dengan dana pinjaman Bank Jawa Barat sebesar Rp 3,9 miliar.
Sekolah itu terdiri dari dua lantai, 12 ruang kelas, satu ruangan laboratorium bahasa, laboratorium Fisika, ruang guru, ruang kepala sekolah. SMAN ini merupakan sekolah milik pemerintah terbesar dan termahal di Kabupaten Tangerang. [132]