
[MUNICH] Deputi Perdana Menteri Rusia Sergei Ivanov mengatakan Rusia tetap akan melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) tentang rencana Washington memasang perisai rudal pertahanan di Eropa, kendati Moskwa tetap menentangnya.
"Pembicaraan Rusia-AS tetap berlanjut, meski hasilnya tidak positif," katanya setelah pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Robert Gates di Munich, Jerman, Minggu (10/2).
Menurut Ivanov, Rusia bersedia melanjutkan dialog bilateral mengenai rencana AS yang bagi Rusia merupakan ancaman bagi keamanannya. AS bersikeras perisai rudal perlu dipasang untuk mengantisipasi potensi serangan yang dilakukan negara-negara nakal, seperti Iran.
Sebelumnya, Gates juga menyebutkan di balik penentangan keras Rusia, pemerintah Presiden Vladimir Putin masih bersedia mendiskusikan rencana AS membangun fasilitas antirudal di Polandia dan Republik Ceko.
Saat ini, kata Gates, perangkat sistem pertahanan antirudal global milik AS ada yang telah siap di lokasi atau sedang dalam pembuatan di AS sendiri, Inggris, dan Jepang, sementara negosiasi terus berlangsung dengan Warsawa dan Praha. AS berencana menyiapkan 10 lokasi rudal pencegat di Polandia pada 2012, dan stasiun radar di Republik Ceko.
Menanggapi pidato Putin di Dewan Negara Rusia, Jumat (8/2), juru bicara NATO mengimbau Putin untuk memperlunak nada bicaranya tentang perlombaan senjata.
Sedangkan Ivanov berbicara lebih diplomatis bahwa pembangunan sistem tersebut butuh waktu empat hingga lima tahun, sehingga tidak perlu tergesa-gesa bereaksi.
Namun, Ivanov menegaskan dasar keberatan Rusia atas rencana AS bahwa penempatan radar di Republik Ceko akan memudahkan AS memata-matai seluruh wilayah Rusia, hingga ke Pegunungan Ural.
"Jika AS mau menempatkan sistem mereka di Turki, Irak, atau Afghanistan, itu tidak akan jadi masalah bagi kami," ucapnya. Dia menambahkan, Iran tidak memiliki rudal yang mampu mencapai Polandia, atau sebelah barat Rusia. [AFP/B-14]