SUARA PEMBARUAN DAILY

Donatur Berebut Menyumbang

Dana sebesar US$ 7,2 juta berhasil diperoleh Barack Obama pasca-Super Tuesday, Selasa (5/2). Sedangkan dana yang terkumpul untuk Hillary Rodham Clinton, saingan terkuatnya, sedikit lebih kecil yakni US$ 6,4 juta. Sumbangan kampanye yang mengalir deras untuk dua bakal calon presiden dari Partai Demokrat pasca-Super Tuesday tak urung membuat masyarakat kian terpukau.

Publik sebelumnya sudah terkejut dengan dana yang berhasil dikumpulkan Obama pada Januari lalu, yakni US$ 32 juta. Perolehan tersebut menggemukkan pundi-pundi dana kampanye Obama yang pada akhir 2007 sudah mencapai US$ 102,2 juta. Sedangkan dana yang dikumpulkan Hillary hingga akhir 2007 sebesar US$ 115,6 juta.

Obama benar-benar dihampiri gelombang donatur kampanye. Tidak hanya para donor besar, banyak pula di antara mereka yang memberikan kontribusi tak seberapa lewat internet.

Meskipun belum mengimbangi perolehan dana Obama, Hillary memperoleh peningkatan donasi secara online dari 35.000 penyumbang baru sejak Selasa malam. Direktur Kampanye Terry McAuliffe mengatakan donasi baru mencapai US$ 6,4 juta.

Kehabisan Dana

Pengakuan tak kalah mengejutkan disampaikan kubu Hillary seusai Super Tuesday. Ia terpaksa meminjam US$ 5 juta pada akhir Januari untuk membiayai kampanyenya. Sejumlah staf senior dalam tim kampanye Hillary bahkan menawarkan diri untuk tidak dibayar gajinya. Tetapi, sejumlah pembantu Hillary mengatakan, tawaran itu ditolak dan seluruh gaji akan tetap dibayarkan.

Sementara di saat yang sama, Obama kebanjiran sumbangan sekaligus membukukan pengeluaran besar-besaran menjelang diselenggarakannya Super Tuesday. Ketika ditanya tentang pinjaman pribadi Hillary, Obama berkomentar singkat. "Tidak perlu diragukan lagi bahwa ia tidak berhasil membangkitkan antusiasme di tingkat akar rumput," komentar Obama.

Hillary sendiri membantah bahwa adanya pinjaman dan tawaran sukarela untuk tidak usah membayar gaji staf adalah pertanda kesulitan finansial.

Alan Patricof, salah satu pejabat yang bertanggung jawab dalam urusan keuangan kampanye Hillary di tingkat nasional, mengatakan para penggalang dana kini tengah membidik ribuan donatur potensial yang belum memberikan sumbangan maksimum hingga US$ 2.300 dalam musim pemilihan pendahuluan kali ini.

Ia juga mengatakan, Hillary berencana kembali ke New York sebelum akhir Februari untuk menghadiri galang dana besar-besaran di sana. Individu tidak boleh memberikan kontribusi lebih dari US$ 2.300 untuk kampanye seorang kandidat per pemilu.

Ia dapat memberikan kontribusi maksimum US$ 2.300 untuk kampanye pemilu pendahuluan kemudian memberikan US$ 2.300 berikutnya untuk kampanye pemilu kandidat yang sama.

Pasangan suami dan istri dianggap sebagai individu yang berbeda. Maka, secara bersama-sama mereka dapat memberikan dua kali yakni sebesar US$ 4.600 per pemilu.

John McCain, kandidat terkuat Partai Republik, hanya berhasil mengantongi US$ 41,1 juta hingga akhir 2007. Sedangkan Mitt Romney menggalang US$ 88,5 juta, sebagian besar dana pribadi. [Berbagai sumber/E-9]


Last modified: 10/2/08