SUARA PEMBARUAN DAILY

Sosok Kapten Amerika "Dihidupkan" Lagi

marvel.com - Captain Amerika

[LOS ANGELES] Seorang pahlawan tidak akan pernah mati, apalagi pahlawan berseragam merah, putih dan biru yang dikenal dengan Kapten Amerika atau Captain America. Rakyat Amerika masih membutuhkan pahlawan itu.

Seperti yang dilansir Associated Press, Captain Amerika kembali dengan orang baru. Marvel Comics sebenarnya telah "membunuh" superhero veteran itu pada tahun 2007. Namun mereka ternyata akan menghidupkan kembali sosok Captain America.

Steve Rogers, sang kapten, tewas ditembak seorang pembunuh pada Maret tahun 2007. Tetapi teman baik Rogers, pada tahun 1940-an, Bucky Barnes mengambil peluru dari tameng Captain America, mengenakan seragam baru dan menggantikan posisi Steve Rogers sebagai Captain America.

Apakah mungkin Bucky yang berumur 85 tahun dan tidak memiliki kekuatan super dapat mengalahkan para penjahat? Jangan salah duga dulu, bagaimanapun ini adalah dunia komik.

"Usia dia sekarang kemungkinan mendekati akhir 20-an. Kami bermain dengan ide bahwa seseorang akan mengambil alih jubah Captain America. Tetapi pilihan kami kembali kepada Bucky, tidak hanya karena dia merupakan pilihan tetap. Namun, karena fakta, ketika kami membawa Bucky kembali sebagai Winter Soldier, dia sangat populer," ujar Editor Pemimpin Marvel Joe Quesada, yang mempromosikan Bucky menjadi Captain America.

Bucky tidak pernah menelan "Super Soldier Serum" yang mentransformasi Rogers menjadi Captain America beberapa bulan sebelum Perang Dunia II. Hal itu membuat karakter Bucky tampak "lemah" sebagai pahlawan. Namun, dia memfokuskan dirinya menjadi ahli dalam operasi khusus. Dia telah menghangatkan cerita dengan topeng dan tameng Captain America.

Di sisi lain, pembaca mungkin mesti melupakan dulu tentang aksi Bucky mengalahkan musuh di dunia fantasi komik. Bucky harus memenangkan hati para pembaca setia komik Captain America yang terkenal rewel. Namun, Quesada merasa tidak mengkhawatirkan hal itu. Pasalnya, "membunuh" Captain America tahun lalu, sekaligus juga memberi kehidupan baru antara sang tokoh dengan pembaca.

Para editor memang sempat terkejut ketika media massa mengangkat berita kematian tokoh Captain America. "Belum pernah sejak 1940, kami melihat Captain America begitu terkenal dan populer," katanya. [DLS/N-4]


Last modified: 10/2/08