SUARA PEMBARUAN DAILY

Malacca Strait Jazz

Festival Jazz Bercita Rasa Melayu

SP/Ignatius Liliek

Kelompok musik jazz Geliga tampil pada jumpa pers "Malacca Strait Jazz" di Jakarta, Jumat (8/2). Malacca Strait Jazz ke-2 bertajuk "Green Jazz Festival" ini akan berlangsung pada 5-7 Juni mendatang dengan menampilkan sejumlah musisi jazz muda berbakat seperti Pianis cilik asal Bandung, Zefanya H dengan kelompok the Uncles.

Ragam musik jazz memang beragam dan universal. Tetapi Indonesia juga punya jazz cita rasa lokal. Setelah Jakarta Jazz Festival, Bali Jazz Festival, kini Riau melengkapi geliat festival jazz di Indonesia dengan Malacca Strait Jazz (MSJ). Berangkat dari ranah Melayu, MSJ hadir memperkenalkan musik jazz Melayu pada masyarakat Indonesia dan dunia.

Sumber utama inspirasi munculnya ide festival jazz itu berasal dari grup band asal Riau, Geliga. Geliga adalah kelompok musik yang bereksperimen dengan musik jazz dan musik Melayu. Basis Geliga yang juga merupakan salah satu pencetus MSJ, M Gusrianto mengatakan, MSJ menjadi ajang untuk memperkenalkan kebudayaan Melayu dan musik Geliga pada masyarakat Indonesia dan internasional. Geliga mempunyai misi memelihara eksistensi musik Melayu sebagai akar budaya etnis Melayu. Oleh karena itu, Geliga memilih musik jazz sebagai komoditas untuk memperkenalkan musik Melayu.

"Kami memainkan musik jazz dengan cita rasa Melayu. Festival ini menjadi momen untuk menampilkan musik jazz melayu. Jazz adalah musik universal dan kami berusaha menggabungkan keduanya. Kami ingin mencari sesuatu yang beda. Kami mengawinkan musik Melayu dan jazz. Basic- basic ritme Melayu dan melodi Melayu, itu yang kami eksplorasi ke dalam musik Geliga," kata Gusrianto saat memberi keterangan di Jakarta, baru-baru ini.

MSJ 2008 mengusung tema Green Festival sejalan dengan semangat untuk melestarikan alam Indonesia. Tema green dipilih untuk membangun kesadaran bahwa manusia adalah makhluk pemelihara atas segala keindahan bumi. MSJ akan diselenggarakan pada 5-7 Juni 2008 bertepatan dengan hari Lingkungan Hidup sedunia. Perhelatan musik jazz Melayu tersebut berlangsung di Bandar Serai Idrustintin, Pekanbaru, Riau. MSJ 2008 juga bertepatan dengan gemuruh Visit Indonesia Year (VIY) 2008. MSJ mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah Riau.

Wujud Keanekaragaman

Menurut Kepala Departemen Wisata, Seni dan Budaya Riau, Joni Irwan, MSJ merupakan salah satu wujud keanekaragaman budaya Riau. Festival juga menunjukkan Provinsi Riau mampu menggelar festival musik berkelas dan dapat dinikmati semua orang.

"Dalam rangka FYI 2008, kami ingin menarik perhatian dunia pada Provinsi Riau melalui MSJ. Even ini menjadi momen mempromosikan kebudayaan Riau ke dunia internasional. Acara ini juga diselenggarakan gratis sehingga dapat dinikmati oleh siapa pun," kata Joni.

Sementara itu, budayawan Riau Yusmar Yusuf menjelaskan, MSJ hadir untuk melengkapi geliat festival jazz Melayu yang telah ada yaitu Penang Jazz Festival di Malaysia dan Singapore Internasional. MSJ melengkapi tiga episentrum jazz di kawasan selat Malaka sekaligus menjadi pertumbuhan Jazz di ranah Melayu. Kata "Malacca" merepresentasikan selat Malaka yang merupakan ikon Melayu dan kepulauan Riau.

Menurut Koordinator Acara MSJ Gideon Momongan mengatakan, MSJ memiliki karakter festival yang berbeda dari festival-festival yang lain dengan mengusung musik jazz Melayu. MSJ 2008 Green Festival akan menggelar tiga panggung dengan tiga tema berbeda, seperti panggung aquatik, panggung teresterial dan panggung hutan tropis.

Panggung aquatik akan menghadirkan atmosfir aquatik. Sementara, panggung teresterial memberikan nuansa alam dengan keanekaragaman flora dan fauna. Terakhir, panggung hutan tropis menampilkan pesona hutan hujan tropis Riau.

Selain itu, MSJ memberi porsi lebih pada talenta-talenta muda yang belum terekspos. Dalam MSJ 2008 itu nantinya akan tampil musisi-musisi muda berbakat. Seperti Zefanya, pianis berusia 13 tahun berkolaborasi dengan The Uncles. Kemudian, Sherly, penyanyi muda berbakat berkolaborasi dengan Canzo menampilkan lagu daerah Indonesia dengan musik jazz. Juga, Wiska musisi berusia 11 tahun. Di festival itu, mantan personel Krakatau Doni Suhendra akan berkolaborasi dengan musisi-musisi muda. [DLS/N-4]


Last modified: 10/2/08