[JAKARTA] Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (11/2), diprediksi bergerak mixed di kisaran level 2.600 sampai 2.680. Pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen negatif dari bursa regional, meski ada potensi penguatan karena investor masih memburu dan mengoleksi sejumlah saham potensial.
Pada pembukaan awal perdagangan hari ini, IHSG kembali melanjutkan koreksi yang sempat tertahan di pekan lalu, sejak BEI libur panjang untuk perayaan Tahun Baru Imlek, pada 7 Februari 2008. IHSG langsung turun 11,267 poin (0,43 persen) ke level 2.627.820.
Sebelumnya, pada pekan lalu, IHSG ditutup melemah mengikuti terkoreksinya bursa saham regional. IHSG ditutup turun tajam 65,160 poin (2,41 persen) ke posisi 2.639,087.
Sementara itu, perdagangan saham di bursa Asia pada awal pekan ini, bergerak di teritori negatif. Hingga pukul 09.30 WIB, sebagian besar indeks yang diperdagangkan di bursa regional terkoreksi lebih dari satu persen.
Indeks Nikkei 225 di Bursa Tokyo melemah 189,91 poin (1,44 persen) ke posisi 13.017,24. Begitu pula dengan indeks Straits Times di Busra Singapura yang turun 30,18 poin (1,03 persen) di level 2.901,63. Sedangkan indeks Hang Seng di Bursa Hong Kong yang terkoreksi 121,67 poin (0,52 persen) ke posisi 23.347,79.
Melemahnya bursa regional masih dipicu oleh terkoreksinya indeks Dow Jones di Bursa Wall Street. Pada perdagangan Jumat (8/2), Bursa Wall Street ditutup melemah, dipicu kecemasan investor terhadap kegagalan penjaminan mortgage-backed bonds. Selain itu, investor juga masih meragukan paket stimulus yang diberikan pemerintah untuk menghambat resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tanda-tandanya semakin jelas.
Indeks Dow Jones Industrial Average yang sempat menguat pada awal perdagangan, ditutup terkoreksi 64,87 poin (0,53 persen) ke posisi 12.182,13. Selama sepekan, indeks Dow Jones terkoreksi 561,06 poin atau 4,40 persen. Penurunan tersebut, merupakan yang terburuk bagi indeks Dow Jones sejak Maret 2003. [AP/J-9]