:Untuk Korban Banjir
1. sekawanan anak kecil
datang ke tenda-tenda pembaringan
membawa catatan hidup usang
catatan mungil belum usai
mereka tuliskan pada alam
yang mengajari mereka
bagaimana hidup sesungguhnya
baru sepenggal kata atau sebatas
seutas kalimat yang mereka rangkum
dari mimpi
waktu bangku-bangku tersapu
digelombangkan gemuruh duka
catatan mungil terhapus dan tak pernah
terbaca
pada guratan tangan mereka
2. saat pohon-pohon yang hanyut pada laut
kayu-kayu yang menjelma daratan samudera
catatan mungil tersangkut pada ranting tak berdaun
lembar-lembarnya terbaca angin
ada tulisan yang belum mereka tamatkan
masih kosong
saat air mulai menyusut
catatan mungil mengering
mengabadi pada jiwa yang ditinggalkan
: catatan mungil menjadi saksi
bongkahan hati yang membatu
Purbalingga, "Bilik Lentera"
November 2007
*
kubuka jendela
mencari - cari cahaya
Kekasih
"hari masih gelap"
Purbalingga, "Bilik Lentera"
November 2007
*
gerimis membawa tangis
hingga pada sela-sela batu
yang dalam diamnya tumbuh rerumputan liar
pucuk-pucuk daun mungil menengadah
ke arah langit
nyanyi puisi yang mengembun
saat seekor siput berjalan pelan menuju
pada kematiannya
daunnya berjuntai memberi embun kehidupan
tak ada suara
tak ada nyala
tak ada geraknya
: hanya tetesnya jatuh pada lengkung
mata-Mu
Purbalingga, Bilik Lentera
November 2007
*
: kembalinya para penyair
seekor ulat di pucuk daun
tanpa suara mendekat pada cahaya
bulu-bulunya meranggas menanggalkan
warna
kematian yang semakin mendekat
menuju pada kehidupan abadi
Purbalingga, "Bilik Lentera"
November 2007
*
jejak ini telah memutih, meniti ayat
yang berterbangan
hingga langit
saat seekor merpati melintas
pada lengkung matamu
jejak semakin memutih, tersamar
pada sajadah jiwa
yang sujud pada kematian
masihkah daun melekat pada tangkai saat gerimis jatuh pada teritis-teritis waktu?
tak ada yang sanggup memberi jawab
selain sebait salam dari langit
jejak berjalan mengikuti angin
memburu pipit yang hinggap pada daun manggis
matahari tinggal panasnya
cahaya memanggang jiwa
aku masih di sini meniti
jejak yang semakin menguban
: jejak pun menjadi sajak
yang kau lukiskan pada
tapak-tapak putih
Purbalingga, Bilik Lentera November 2007
*
jalan ini semakin ke ujung
seperti rerumputan yang menguning di pucuknya
menyentuh tanah basah
hujan sebatas janji kepada ilalang
lalu-lalang pada hamparannya
meninggalkan embun dibakar matahari
: akupun merangkum triris-triris yang jatuh
di antara rumah-Mu
Purbalingga, Bilik Lentera
November 2007