SUARA PEMBARUAN DAILY

Harapan India di Ajang F-1

Para pembalap tim F-1 Force India, Adrian Sutil (kiri), Giancarlo Fisichella dan Vitantonio Liuzzi berpose saat peluncuran kendaraan tim untuk musim lomba 2008, VJM01 di Mumbai, India, Kamis (7/2) malam waktu setempat. AP/Rajesh Nirgude

[MUMBAI] India memasuki babak baru dalam keikutsertaan mereka di dunia olahraga otomotif. Pada Kamis (7/2) malam waktu setempat, di Mumbai, negara itu memastikan tampil di ajang Formula Satu (F-1), setelah tim Force India meluncurkan kendaraan VJM01. Kendaraan yang dihiasi warna emas, metal dan putih tersebut, bakal menjadi harapan India pada ajang bergengsi yang baru pertama kali mereka ikuti.

Pemilik tim Force adalah hartawan Vijay Mallya yang mengambil alih tim F-1 asal Belanda, Spyker yang musim lalu menyatakan bangkrut. Anggota parlemen India berusia 51 tahun itu dikenal sebagai pemilik merk dagang, Kingfisher. Tahun lalu, Majalah Forbes menempatkannya di peringkat ke-664 orang terkaya di dunia, yang memiliki harta sebesar US$ 1,5 miliar.

Pada acara peluncuran, Mallya tampil dengan personil tim yang juga mantan tim Spyker, seperti Michiel Mol, dan Kollin Colles. Juga tampil tiga pembalap tim Force, Giancarlo Fisichella, Adrian Sutil, dan Vitantonio Liuzzi. "Hari ini bukan saja menjadi hari bersejarah buat saya sebagai pemilik tim Force, tetapi juga untuk jutaan rakyat India. Mulai sekarang mereka akan melihat kebanggaan mereka berkompetisi pada ajang terbaik di dunia olahraga otomotif," ujar Mallya.

Tim Force tampil dengan menggunakan lisensi balapan India. "Ini saya lakukan untuk menunjukkan kami mampu bertarung dengan 11 tim balap terbaik di dunia," tegas Mallya yang menyiapkan bujet sebesar US$ 120 juta atau lebih dari Rp 110 miliar untuk musim lomba 2008.

VJM01 merupakan pengembangan dari kendaraan Spyker musim lalu F8-VII spesifikasi-B, yang disuplai mesin Ferrari. Kendaraan ini akan memulai debutnya pada uji coba di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, 25-27 Februari mendatang. Menurut direktur teknik tim Force, Mike Gascoyne, timnya melakukan peningkatan dalam hal mekanis dan aerodinamika. "Saat ini mungkin kami masih tertinggal dua detik dari tim-tim yang lain. Tetapi di pertengahan musim nanti, kami akan memangkasnya menjadi tinggal satu detik," katanya. [Rtr/L-9]


Last modified: 8/2/08