[JAKARTA] Pekan Olahraga Nasional (PON) tinggal lima bulan lagi digelar di Kalimantan Timur (Kaltim), 6-18 Juli. Sejauh ini, pemerintah provinsi (Pemrov) Kaltim yang dipercayai sebagai tuan rumah menyatakan kesiapannya menggelar pesta olahraga tingkat nasional itu. Namun dari pengamatan di lapangan, ada banyak hal yang belum terselesaikan.
Menyadari hal itu, pemerintah pusat meminta pemprov Kaltim membuka diri mengenai persoalan yang dihadapi sekitar pelaksanaan PON.
"Pemerintah pusat siap membantu. Kami akan bantu sumber daya manusia, sistem pertandingan, dan bantuan lainnya. Tetapi intinya Pemprov Kaltim harus buka diri. Perlu ada keterbukaan dari mereka untuk menyebut apa kekurangan dan bagian-bagian mana yang masih kurang. Jangan menyatakan siap, tetapi kenyataannya masih banyak hal yang belum dikerjakan," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi dan Iptek kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora), Hari Setiono saat dihubungi SP, di Jakarta, Jumat (8/2) pagi.
Hari menyatakan itu karena baru pulang dari Kaltim setelah mendapat tugas dari Mennegpora, Adhyaksa Dault untuk meninjau kesiapan daerah itu menyelenggarakan PON. Perintah Mennegpora mengacu ke hasil rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR RI, pertengahan Januari lalu. Saat itu, Komisi X DPR meminta Mennegpora meninjau persiapan Kaltim sebagai tuan rumah PON 2008 karena laporan yang mereka terima, Kaltim sesungguhnya belum siap menggelar ajang tersebut. "Ada yang sudah 100 persen selesai. Ada yang baru 80-90 persen selesai. Tetapi masih ada juga yang di bawah 65 persen. Kalau dirata-rata, kesiapan pembangunan fisik baru mencapai 70 persen," tutur Hari. [RBW/L-9]