SUARA PEMBARUAN DAILY

PSSI Akan Ubah Sistem Kompetisi

Penjaga Gawang PSMS Medan Markus Harison, digendong Gustavo R Chena meluapkan kegembiraan usai mengalahkan Persipura Jayapura pada semifinal Liga Jarum Indonesia 2007, Rabu (6/2) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. PSMS menang 5-4 melalui adu penalti. SP/Luther Ulag

[JAKARTA] Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PB PSSI) Nugraha Besoes mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sistem kompetisi yang tepat, baik divisi utama maupun Super Liga. Dengan sistem baru, maka pagelaran partai-partai puncak tidak digelar di Jakarta.
Komentar Nugraha itu menanggapi pernyataan Adhyaksa berkaitan dengan insiden tewasnya suporter pendukung Persija Pusat, Jakmania di depan Hotel Century Atlet, Senayan, Rabu (6/2) malam usai pertandingan semifinal Persipura Jayapura versus PSMS Medan.

"PSSI sudah menyiapkan alternatif, yakni dengan mengubah sistem kompetisinya. Kalau Super Liga juaranya diambil dari tim yang mengantongi nilai tertinggi, itu berarti kami tidak mungkin menggunakan Stadion Utama Senayan. Kalau Divisi utama bisa kita siasati menggunakan sistem home and away bagi tim-tim yang lolos ke semifinalis dan finalis," ujar Nugraha, di Jakarta, Jumat (8/2).
Menurut Nugraha, sistem home and away di divisi utama sudah diterapkan di pagelaran Piala Tiger dan kejuaraan sepakbola Asia Tenggara (AFF). Artinya empat tim yang lolos menggunakan home and away, begitu pula ketika mereka lolos ke final. Stadion Gelora Bung Karno rencananya hanya sebagai stadion sebagai momentum yang mempunyai historis dan hanya digunakan untuk ajang internasional saja.

Sebelumnya, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora), Adhyaksa Dault melarang PSSI dan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk menggelar pertandingan bersifat nasional baik itu Liga Djarum Indonesia maupun Piala Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Penegasan itu disampaikan Adhyaksa di Jakarta, Kamis (7/2), sehubungan dengan tewasnya pendukung Persija tersebut. Mengenai pertandingan final antara PSMS Medan dan Sriwijaya FC yang rencananya digelar Sabtu (9/2), Mennegpora masih menunggu jaminan keamanan dari pihak Polda Metro Jaya. Dia mengaku sudah menghubungi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman untuk menanyakan kejelasan kasus kerusuhan tersebut.

"Pihak pemerintah tidak akan mengizinkan pertandingan final digelar di Stadion Utama tanpa ada jaminan keamanan dari Polda Metro Jaya," kata Adhyaksa.

Tentang insiden tewasnya suporter Jakmania itu, Adhyaksa mengatakan, "Itu berarti panitia dan pihak keamanan tidak salah dalam hal ini, sebab kejadian terjadi di luar. Dari hasil laporan yang saya dapat Ring 1, Ring II, dan Ring III tidak ada masalah. Kejadian itu di luar."

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Jakmania Danang Ismartani mengatakan, korban tewas bernama Fatur Muhyadin tercatat sebagai anggota Jakmania.

Menurut Danan, selain Fatur, ada juga korban dari Jakmania lainnya, yaitu Usman yang mengalami patah tangan akibat dikeroyok oknum suporter. [W-11]


Last modified: 8/2/08