
Pemain Ghana Sulley Ali Muntari melakukan tendangan salto saat melawan Kamerun di babak semifinal Piala Afrika di Accra, Ghana, Kamis (7/2) malam atau Jumat (8/2) dini hari WIB. Kamerun memenangi pertandingan itu dengan skor 1-0. AP/Alastair Grant
[LONDON] Kemenangan tim nasional Inggris atas Swiss 2-1 pada pertandingan persahabatan, Rabu (6/2), dinilai oleh sang pelatih, Fabio Capello belum meyakinkan.
Para pendukung "The St George Cross" bahkan menanggapi dingin dan acuh tak acuh atas kemenangan pertama Inggris di bawah asuhan pelatih barunya.
Menurut pelatih Italia itu, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley, London, pemain-pemain Inggris terlihat masih sering gugup dan khawatir. Bayangan tentang kegagalan lolos kualifikasi Piala Eropa 2008 mungkin masih menghinggapi di benak para pemain.
"Saya harus berkata kami sangat gugup di awal, dan terlihat jelas sangat khawatir," kata mantan pelatih AC Milan, Juventus, AS Roma, dan Real Madrid itu.
Atmosfer pertandingan di Wembley, lanjut Capello, selalu memberikan tekanan yang tinggi kepada para pemain sehingga mereka tidak dapat bermain seperti yang diharapkan sebelum pertandingan.
Capello juga mengakui kehebatan penjaga gawang Swiss yang berhasil mematahkan beberapa peluang emas yang diperoleh Inggris. "Tim kami memiliki banyak peluang untuk menciptakan gol, dan saya sangat senang karena kami pun tidak banyak memberikan peluang kepada Swiss," ujar Capello.
Jermaine Jenas dan Shaun Wright-Phillips mencetak gol yang membawa Inggris menang. Pada debut pertamanya itu, Capello memainkan Steven Gerrard dan Rio Ferdinand selama 90 menit penuh. Ia tidak takut jika tindakannya itu akan diprotes oleh para manajer klub kedua pemain, mengingat kedua pemain tersebut adalah pemain kunci di Liverpool dan Manchester United. Selama menangani Inggris sejak 7 Januari lalu, Capello ingin menerapkan disiplin dan aturan tegas kepada setiap pemain.
"Saya percaya saya dapat bebas merotasi pemain hingga tak terbatas, tetapi saya harus mengerti dan mengenal semua pemain," ujarnya.
Kapten tim Steven Gerrard mengatakan, pelatih sebenarnya ingin meningkatkan semangat bermain tim dan para pemain telah melakukan itu untuknya. "Ini membutuhkan waktu yang lama. Dan masih tersedia jalan panjang bagi kami hingga Piala Dunia, saya yakin kami akan lebih baik dari sekarang," kata Gerrard.
Pertandingan Lain
Sementara itu, pada pertandingan persahabatan yang berlangsung pada hari yang sama, Italia berhasil memperpanjang rekor buruk Portugal. Selama tiga dekade, Portugal tidak pernah menang saat berjumpa Italia. Dalam pertandingan di Stadion Letzigrund, Zurich, Swiss, itu Italia menang 3-1.
Dari Spanyol, Prancis dipaksa takluk oleh tuan rumah Spanyol 0-1 di Stadion Malaga. Gol tunggal Spanyol dicetak oleh Joan Capdevilla sepuluh menit menjelang pertandingan berakhir.
Sementara juara dunia lima kali Brasil menang 1-0 atas tuan rumah Irlandia. Belanda yang bertandang ke Kroasia menang 3-0. Kemenangan itu membuat pelatih Marco Van Basten yakin akan kemampuan anak asuhannya di masa depan. "Kami bermain sangat baik, kemenangan itu membuat kami nyaman untuk melangkah di masa depan, saya benar-benar puas," kata mantan pemain AC Milan itu.
Menurut Van Basten, Wesley Sneijder dan Rafael Van der Vaart sangat berbahaya, demikian juga dengan Ibrahim Afellay yang menarik untuk disimak. "Mereka telah melakukan yang terbaik," kata Van Basten. [AP/SYH/W-11]