SUARA PEMBARUAN DAILY

Imlek Dirayakan Meriah

Suasana perayaan Misa Imlek di Gereja Katedral Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (7/2). Perayaan ini dihadiri ratusan umat Katolik di wilayah Pontianak. SP/Sahat Oloan Saragih

[PONTIANAK] Perayaan Tahun Baru Imlek 2559, Kamis (7/2) di berbagai kota di Tanah Air berlangsung meriah. Itu terjadi antara lain di Kota Pontianak dan Singkawang (Kalimantan Barat), Medan (Sumatera Utara), Kota Jambi (Jambi), Surabaya, Kediri, dan Malang (Jawa Timur), Puwokerto (Jawa Tengah), Kota Bengkulu (Bengkulu), dan Makassar (Sulawesi Selatan), Manado (Sulawesi Utara), dan Padang (Sumatera Barat).

Kemeriahan perayaan Imlek di Kota Pontianak ditandai dengan semarak kembang api di pusat kota dan di sepanjang jalan menuju pusat kota.

Secara khusus di Kota Pontianak dilaksanakan Perayaan Ekaristi Imlek di Gereja Katedral Pontianak dipimpin oleh Pastor William Chang.

Dalam khotbahnya, Pastor William mengatakan, dalam perayaan tahun baru Imlek ada tujuh makna yang harus dicermati. Peristiwa pembersihan, yang artinya sebelum perayaan ada kebiasaan untuk membersihkan rumah dari segala kotoran. "Ini juga sesuai dengan yang diajarkan Tuhan Yesus bahwa kita harus membersihkan diri kita dari segala bentuk kotoran," katanya.

Selanjutnya tradisi makan bersama atau makan besar dan bisa disebut perjamuan makan terbesar dalam satu tahun. Tradisi ini menggambarkan suasana kekeluargaan, kedamaian dan kekompakan, khususnya dalam satu keluarga. Makan bersama juga dilaksanakan Yesus Kristus dengan umat dan muridnya. Hal ini merupakan bukti satu kebersamaan dan kekompakan.

Hormat kepada orang tua, yaitu orang yang muda menghormati orang yang lebih tua. Hal ini sesuai dengan tugas amal dan perintah Allah yang ke empat ya-itu menghormati orangtua.

Ang pau atau amplop kecil yang berisikan sejumlah uang, yaitu biasanya diberikan pada malam perayaan Imlek dan biasanya orang yang lebih tua memberikan ang pau kepada anak yang lebih muda. Hal ini adalah contoh dan tindakan atau kehendak yang sangat baik. Artinya bukan masalah besar kecilnya isi ang pau tetapi karena ada keberuntungan yang diharapkan. Tindakan memberi ang pau ini adalah sama dengan memberi amal yaitu dari yang punya kepada orang yang tidak punya.

Mengusir

Bunyi mercon atau kembang api, yaitu untuk mengusir roh jahat, tindakan seperti ini juga pernah dilaksanakan oleh Yesus yaitu untuk mengusir roh jahat. Namun, metode yang dilaksanakan berbeda dengan pada perayaan Imlek.

Jeruk kecil berwarna kekuning-kuningan, pada zaman dulu di Tiongkok sering dilakukan bertukar jeruk. Hal ini adalah menunjukkan lambang keemasan atau tanda keselamatan.

Di mana hal ini diartikan bahwa orang yang memberi dan mendapatkan jeruk akan mendapatkan keselamatan. "Dalam iman kita, penyelamat adalah Tuhan Yesus Kristus," katanya.

Ucapan syukur dan terima kasih, ini dilakukan dan diucapkan sejak malam perayaan Imlek. Di mana semua umat menyatakan dan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas berkat yang belimpah yang sudah diterima.

Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya digelar di kelenteng-kelenteng di Surabaya yang berlangsung sejak Rabu (6/2) sore sampai malam hari, tetapi kemeriahan Imlek juga dirasakan oleh warga yang ada di sekitar kawasan Jalan Ratna, Surabaya. Di halaman kelenteng di kawasan ini diwarnai dengan pertunjukan barongsai pada Kamis (7/2) pagi sampai sore (7/2).

Di Kediri, Perayaan Imlek diselenggarakan oleh umat Konghuchu, selain menampilkan atraksi barongsai, juga ada pertunjukan layar tancap dan musik untuk menghindari rasa bosan menghadapi upacara pergantian Tahun Baru China ini. [146/143/ES/AHS/WMO/ BO/070/080/136/141/148/128]


Last modified: 8/2/08