
Antrean ratusan truk kembali terjadi di Pelabuhan Merak, mulai Rabu (6/2) malam sampai Kamis (7/2) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Kemacetan dan antrean kendaraan ini terjadi akibat memburuknya cuaca di Perairan Selat Sunda di mana ketinggian gelombang mencapai tiga meter. SP/Laurens Dami
[MERAK] Antrean truk kembali terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Antrean sepanjang tiga kilometer ini terjadi akibat adanya gelombang tinggi di Perairan Selat Sunda sehingga memperlambat jalannya kapal roll on roll off (roro) yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, maupun sebaliknya.
Antrean truk ini terjadi sejak Rabu (6/2) malam hingga Kamis (7/2) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Bahkan, Kamis (7/2) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB, antrean mencapai pintu keluar tol Merak. Akibatnya, pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Merak menjadi terganggu.
Berdasarkan pengamatan, di dalam area Pelabuhan Merak, terjadi penumpukan kendaraan truk. Sejumlah pengemudi mengungkapkan, antrean truk terjadi sampai 12 jam, bahkan beberapa pengemudi harus menunggu satu hari satu malam.
Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Merak Endin Juhendi menjelaskan, antrean dan penumpukan kendaraan truk itu terjadi akibat memburuknya kondisi cuaca di Selat Sunda sehingga mengganggu jadwal kapal sandar, kapal bongkar muat, dan kapal berlayar. Ketinggian gelombang yang mencapai tiga meter menyebabkan perjalanan kapal roro terganggu.
"Penyebab utamanya adalah faktor alam. Namun, faktor lain yang menjadi salah satu pemicu antrean truk di Pelabuhan Merak yakni kedatangan kendaran dari Jakarta dan sekitarnya begitu serentak," katanya. [149]