SUARA PEMBARUAN DAILY

Aulia Pohan Diperiksa Lagi Pekan Depan

Semangat KPK Tidak Kendur

Sp/YC Kurniantoro - Aulia Pohan

[JAKARTA] Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah menegaskan, bahwa pihaknya sama sekali tidak terpengaruh dengan pernyataan-pernyataaan sejumlah pengamat akhir-akhir ini yang mencoba mengendurkan semangat KPK serta membelokkan isu dalam menuntaskan kasus aliran Bank Indonesia (BI) ke DPR.

"Kami jalan terus. Kami sama sekali tidak terpengaruh dengan statement-statement yang mencoba membelokkan atau mengaburkan pandangan masyarakat terhadap penyidikan kasus BI," katanya kepada SP di Jakarta, Jumat (8/2).

Dia juga meminta semua pihak agar tidak menyesatkan masyarakat dengan komentar-komentar kontraproduktif terhadap proses penyidikan KPK.

Ditanya apakah ada tekanan dan intervensi politis terhadap penyidikan kasus BI, Chandra membantahnya.

Dia kembali menegaskan bahwa KPK adalah lembaga independen yang bekerja sesuai prosedur hukum dan tidak akan bisa diintervensi oleh pihak luar manapun.

Disinggung soal tersangka baru, Chandra menyatakan tak tertutup kemungkinan akan bertambah. Itu bergantung perkembangan penyidikan.

Sebelumnya, pada Rabu (6/2), KPK memeriksa mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan. Namun keterangan besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dirasa masih kurang oleh KPK dan dijadwalkan akan dipanggil ulang minggu depan.

"Dari pemeriksaan kemarin, ada hal-hal yang masih perlu didalami. Kita menjadwalkan pemeriksaan ulang. Kita jadwalkan minggu depan," ungkap Chandra. Namun dia menolak membeberkan poin-poin yang perlu diperdalam lebih lanjut itu.

Selain Aulia Pohan, KPK juga menjadwal ulang pemanggilan Ketua BPK Anwar Nasution setelah yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan Rabu (6/2).

Namun Chandra belum tahu kapan pemanggilan kedua untuk mantan Deputi Gubernur Senior BI itu. Demikian juga mantan Dewan Gubernur BI Bunbunan Hutapea yang telah dijadwalkan juga tidak hadir.

"Kita punya jadwal yang agak padat. Nanti akan dijadwal lagi,"imbuhnya mengenai pemanggilan Anwar Nasution.

Pemeriksaan terhadap Aulia Pohan sempat terhenti karena KPK mendapat ancaman bom.

KPK mendapat informasi mengenai ancaman bom tersebut dari Polda Metro Jaya. Sekitar pukul 16.56, Traffic Management Center Polda Metro menerima sebuah pesan pendek yang berisi ancaman peledakan bom di gedung KPK. Bom itu disebutkan siap meledak dalam waktu dua jam.

Tim Gegana yang menyisir semua lantai gedung KPK hingga pukul 21.30 tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Aulia Pohan selesai diperiksa sekitar pukul 19.45 dan keluar melalui pintu samping langsung menuju kendaraan Kijang B 2048 PQ. Dia langsung bergegas dan tidak memberi kesempatan wartawan mewawancarainya.

Selain Aulia Pohan, KPK kemarin juga memeriksa Aslim Tadjudin, mantan Deputi Gubernur BI. [M-17]


Last modified: 8/2/08