Seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dan Indonesia umumnya, sudah seharusnya menyatukan tekat untuk melawan penyalahgunaan narkotika. Sebab data yang dihimpun Polda Sumbar menyebutkan, usia produktif atau generasi muda lebih banyak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Untuk mencegah terjadinya kehilangan generasi, sudah saatnya kerja keras dan usaha bersama dari berbagai elemen masyarakat di daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Bina Mitra Polda Sumbar, Kombes Zahirman Marza saat memberikan penyuluhan Kamtibmas di Kota Pariaman, Rabu (6/2). Zahirman mengungkapkan, jumlah pemakai narkoba dan psikotropika di Indonesia selalu meningkat. Tahun 2006, siswa SD yang memakai narkoba mencapai 3.246 orang, SMP 6.632 orang, SMA 20.977 orang, dan perguruan tinggi 779. Tahun 2001, jumlah siswa SD yang menggunakan narkotika "baru" 246 orang, SMP 1.832, SMA 2.617, dan perguruan tinggi 229 orang. [BO/S-26]
Tim medis bayi kembar siam RSU dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, tidak akan memisahkan kembar siam, Sri Lestari Endang Pratiwi dan Sri Mulyani Indah Safitri asal Krian, Kabupaten Sidoarjo, karena organ vital kedua bayi menyatu, terutama jantung dengan liver. Hal itu disampaikan juru bicara RSU dr Soetomo, dr Agus Harianto SpAK, di Surabaya, Kamis (7/2).
Agus menjelaskan, dari kasus kembar siam ke-30 di RSU dr Soetomo sejak tahun 1977, 20 bayi kembar siam dengan kelainan sama, tidak bisa dipisahkan. Mereka tidak mampu hidup lama. Ada yang mampu bertahan paling lama 1,5 tahun, bahkan paling singkat hanya dua jam. Sementara itu 10 bayi kembar siam lainnya bisa dipisahkan dan hidup hingga dewasa.
Bayi kembar siam pasangan Sigit Widiyantoro (25) dan Santi Gerhanasari (25) asal Jeruk Gamping, Krian, Sidoarjo, itu lahir pada 29 Januari 2008 di RSU Al Islam HM Mawardi, Krian, Sidoarjo, kemudian dirujuk di RSU dr Soetomo sejak 30 Januari 2008. Ketua Forum Pers RSU dr Soetomo, Urip Murtedjo menjelaskan, seluruh biaya perawatan bayi kembar siam digratiskan, karena bayi tidak hanya milik orangtuanya namun milik umum, termasuk menjadi ilmu pengetahuan bagi masyarakat, khususnya bagi bidang kedokteran Universitas Airlangga (Unair). [ES/S-26]