[JAKARTA] Menteri Negara (Menneg) BUMN Sofyan A Djalil memerintahkan PT Jasa Marga segera mengevaluasi kasus banjir yang merendam Jalan Tol Sedyatmo baru-baru ini.
Banjir yang beberapa hari merendam tol menuju Bandara Soekarno-Hatta itu membuat pemerintah berang. Kementerian BUMN mengancam akan menindak tegas jajaran direksi PT Jasa Marga apabila dinilai tidak berbuat banyak dalam mengatasi masalah banjir di jalan tol.
Bukan itu saja, Sofyan Djalil juga memerintahkan para komisaris untuk menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa yang memalukan tersebut. "Kasus banjir ini tidak hanya sekali, tetapi terus berulang terjadi beberapa tahun terakhir ini. Tetapi herannya, tidak ada penanganan yang cepat agar tidak terjadi kekacauan di Bandara Soekarno-Hatta. Kita minta komisaris menyelidiki, cari siapa yang paling bertanggung jawab karena kasus ini berulang terus," ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (6/2).
Dia mengemukakan, seharusnya para direksi BUMN lebih meningkatkan kinerjanya, sehingga tidak hanya dapat menyelesaikan tugas dengan baik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Karena pada prinsipnya, para pejabat negara adalah pelayan masyarakat," tegas dia.
Dia mengingatkan, pencopotan beberapa direksi BUMN beberapa waktu lalu seharusnya memberikan pesan agar direksi lainnya meningkatkan good corporate governance-nya. "Kami ini menganut siapa yang bekerja dengan baik, akan kami beri penghargaan. Tetapi kalau berbuat kesalahan, akan kami kenakan sanksi," ujar dia.
Peristiwa banjir yang memutuskan Tol Sedyatmo memang berdampak luar biasa. Tidak kurang dari 257 penerbangan dibatalkan. Ribuan calon penumpang menumpuk di Bandara yang menjadi pintu gerbang utama Indonesia itu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pengelola tol tanggap mengatasi keadaan. Jusuf Kalla memerintahkan menambah pompa untuk menyedot air yang merendam jalan tol Sedyatmo di kilometer 27 di Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dari panjang dan lebar jalan serta tinggi air, Wapres menyimpulkan bahwa debit air sekitar 20.000 meter kubik. Bila pompa penyedot mencukupi, tentu air sudah tersedot semua sehingga jalan tol dapat dibuka kembali. Namun, kenyataannya, selama berhari-hari air menggenangi jalan tol Sedyatmo.
Kacau balaunya perjalanan ke Bandara oleh beberapa pihak dinilai karena lambannya PT Jasa Marga dalam mengatasi masalah itu. Pompa air yang seharusnya berperan agar jalan tol Bandara Soekarno-Hatta tidak tergenang ternyata tidak berfungsi sepenuhnya dan dari tiga unit yang tersedia, hanya beroperasi satu.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto juga menegaskan hal yang sama usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Pemprov DKI Jakarta, Selasa. "Proyek jalan tol layang ini murni investasi Jasa Marga. Tidak ada pihak lain terlibat dalam pendanaannya," ujar Djoko.
Sekretaris PT Jasa Marga, Okke Merlina menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta menangani banjir di jalan tol tersebut. [M-16]