[WASHINGTON] Setelah berbulan-bulan memperebutkan pemilih, belum ada kejelasan manakah bakal calon Presiden AS dari Partai Demokrat yang lebih unggul. Pertarungan ketat pencalonan Gedung Putih di kubu Demokrat kemungkinan tinggal menyisakan satu pilihan bagi Hillary Rodham Clinton dan Barack Obama, yakni memperebutkan "delegasi super" (super-delegate).
Para delegasi super terdiri dari anggota parlemen dan pimpinan partai, termasuk seluruh anggota Partai Demokrat di Kongres dan para mantan presiden Jimmy Carter dan Bill Clinton serta mantan wakil presiden Al Gore.
Jika tidak satu kandidat pun yang menang telak dalam perebutan 2.025 delegasi yang dibutuhkan untuk mengamankan pencalonan menuju konvensi Partai Demokrat, Agustus, maka 796 anggota "delegasi super" yang akan menentukan.
Berbeda dengan para delegasi yang dipilih melalui pemilihan pendahuluan dan kaukus, mereka yang tergabung dalam "delegasi super" bebas untuk memilih siapa pun yang ingin mereka pilih. Banyak anggota "delegasi super" yang telah berjanji untuk mendukung satu kandidat. "Sebagian besar mereka akan berada pada sejumlah titik sebelum diselenggarakannya konvensi," ungkap Michael Tanner, pengamat politik di Cato Institute.
Menurut dia, peluang bakal berubah pikiran pada menit-menit terakhir tampaknya sangat kecil. Kekuasaan yang diberikan kepada para petinggi partai dinilai sejumlah pengamat sangat tidak demokratis.
Selama bertahun-tahun, kandidat Demokrat dipilih melalui kesepakatan-kesepakatan dan saling tawar-menawar yang dilakukan oleh para petinggi partai. Pada 1960, John F Kennedy muncul sebagai kandidat Partai Demokrat berkat bantuan sejumlah petinggi partai, yakni Wali Kota Chicago Richard Daley dan Wali Kota New York Charles Buckley. Namun, sejak 1972 aturan tersebut berubah.
Sebagian besar media AS menyebut Hillary kandidat yang bakal paling diuntungkan dari sistem delegasi super. Tetapi, Obama tidak begitu yakin. "Delegasi super, mereka memang fleksibel. Jika kita datang ke konvensi dengan delegasi yang dijanjikan (pledge delegate) dalam jumlah lebih besar, saya tahu kita dapat membuat argumen kuat tentang hal-hal yang sudah disuarakan konstituen kita," kata Obama.
Mayer setuju, bahwa kepemimpinan partai tampaknya akan lebih mendukung kandidat mana pun yang memperoleh suara terbanyak.
Romney Mundur
Sementara itu Mitt Romney, kandidat dari Partai Republik, akhirnya resmi mengundurkan diri dari pencalonan presiden, Kamis (7/2). Pengunduran diri Romney membuat Senator John McCain menjadi satu-satunya kandidat terkuat dari Republik, yang bakal bertarung dalam pemilihan 4 November mendatang.
"Saya merasa kini saya harus menyingkir, demi partai dan negara saya," kata Romney, yang juga mantan Gubernur Massachusetts, dalam sebuah pidato di depan Conservative Political Action Conference. [AFP/Rtr/E-9]