SUARA PEMBARUAN DAILY

Krisis Musim Dingin di Tiongkok Mereda

[BEIJING] Krisis musim dingin di Tiongkok sejak 10 Januari 2008, mereda bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, Kamis (7/2). Krisis yang terjadi hampir satu bulan di negara yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2008 itu mengilustrasikan kekuatan dari pemerintahan partai komunis untuk mengatasi masalah sosial yang rumit.

"Hal paling utama adalah pemerintah pusat memiliki kekuatan memobilisasi yang sangat substansial," kata Joseph Cheng, Ketua Pusat Penelitian Kontemporer Tiongkok Universitas Hong Kong. "Begitu prioritas ditetapkan, itu bisa diwujudkan," tambahnya, Jumat (8/2).

Dilaporkan, saat perayaan Imlek dimulai, jaringan listrik di 162 kota telah kembali normal, termasuk Kota Chenzhou, salah satu daerah di Provinsi Hunan yang berpenduduk 4,5 juta orang, yang sempat mengalami pemadaman listrik dan kekurangan air selama hampir dua pekan.

Presiden Tiongkok, yang juga Ketua Partai Komunis, Hu Jintao mengumumkan, tidak ada bencana yang bisa menaklukan rakyat Tiongkok besar, meski akibat badai salju hebat yang melanda negara itu, diperkirakan terjadi kerugian sebesar 80 miliar yuan atau US$ 11 miliar.

Saat krisis meningkat, lemahnya respons dalam menghadapi bencana, berganti dengan pengerahan kekuatan penuh untuk mengatasi masalah, diserta propaganda yang didesain untuk menginformasikan, membangkitkan semangat, serta meredam kemarahan dan frustasi yang dialami rakyat.

Perdana Menteri Wen Jiabao, berkeliling ke beberapa wilayah yang terkena dampak paling parah, menekan para pejabat lokal untuk mengirimkan makanan, sambil terus meyakinkan para pemudik bahwa pemerintah merasakan kepedihan mereka dan sedang berusaha mengatasi persoalan.

Presiden Hu Jintao sendiri ikut turun melakukan kunjungan, termasuk ke lokasi pertambangan batu bara, di mana dia mendorong para pekerja terus melanjutkan produksi, untuk mengurangi kepadatan transportasi. Pemerintah juga mengerahkan semua sumber daya dalam jumlah besar, termasuk ratusan ribu pasukan. Bencana musim dingin di Tiongkok, memperlihatkan betapa telah berubahnya negara tirai bambu itu dalam 30 tahun terakhir. [AP/B-14]


Last modified: 8/2/08