SUARA PEMBARUAN DAILY

Manajemen Baru BNI Janji Tingkatkan Kinerja

SP/Charles Ulag

Dirut BNI yang baru Gatot Mudiantoro Suwondo (kedua dari kiri), saling bertumpu tangan dengan Wakil Direktur Utama BNI, Felia Salim (kedua dari kanan), Direktur BNI, Achmad Baiquni (kiri), dan Direktur BNI, Bien Subiantoro seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan pergantian direksi di Jakarta, Rabu (6/2). Dalam RUPSLB tersebut Dirut BNI, Gatot Mudiantoro Suwondo ditetapkan menggantikan Dirut BNI, Sigit Pramono.

[JAKARTA] Manajemen baru PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk dibawah kepemimpinan Gatot Mudiantoro Soewondo berjanji akan meningkatkan kinerja secara optimal. Namun rencana dan strategi perseroan ke depan, baru akan disampaikan setelah laporan keuangan BNI 2007 di keluarkan.

"Secara umum, kami akan melanjutkan program sebelumnya yang dapat meningkatkan kinerja. Sebab, direksi belum bertemu dan membicarakan langkah selanjutnya. Paling tidak, kita tunggu pemaparan kinerja Desember 2007 diumumkan baru mengatur langkah dan program direksi yang baru," kata Direktur Utama (Dirut) BNI, Gatot M Soewondo, seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (6/2).

RUPSLB BNI mengusung dua agenda, yakni remunerasi dan perubahan direksi dan komisaris. Gatot terpilih menggantikan Sigit Pramono yang menjabat sebagai Dirut BNI sejak 15 Desemebr 2003.

Menurut Gatot, pada tahap awal, direksi akan melanjutkan program restrukturisasi kredit bermasalah maupun program lain yang mampu meningkatkan kinerja perseroan. Namun ketika diminta merinci program apa saja, Gatot tidak bersedia menjelaskan.

"Saya minta, biarkan direksi baru bertemu dan membicarakan program selanjutnya. Yang penting, kita akan berbuat lebih baik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gatot menegaskan akan mempertahankan netralitas perseroan, terkait menghadapi pemilihan umum tahun 2009. Sebab, Gatot merupakan adik ipar Ani Yudhoyono dan disinyalir akan memberi bantuan finansial terhadap salah satu calon presiden mendatang.

"Sebagai bankir profesional, Saya akan mengelola perseroan sesuai dengan peraturan yang ada. Bahkan dari dulu, BNI selalu netral dari kepentingan politik manapun. Ini yang harus diperhatikan," kata Gatot.

Pergantian direksi BNI telah didengungkan kementerian BUMN sejak akhir tahun lalu. Selain Gatot, susunan direksi BNI adalah Wakil Dirut Felia Salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen. Direktur, Suwoko Singoasto, Krishna Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy Virgianto, Yap Tjay Soen.

Sedangkan jabatan komisaris utama akhirnya diberikan kepada Erry Riyana Hardjapamekas yang sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisaris Independen adalah Achil Ridwan Djajadiningrat dan Komisaris adalah Vero Poerbonegoro.

Manajemen Risiko

Sumber SP mengatakan, masuknya nama Erry Riyana Hardjapamekas, Yap Tjay Soen dan Ahdi Jumhadi Ludin memberi sinyal pemegang saham ingin BNI meningkatkan manajemen risiko dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Perbaikan GCG pada akhirnya akan memberi dampak positif terhadap harga saham perseroan di bursa dan mampu menyelesaikan kredit bermasalahnya. Bahkan, kinerja BNI akan lebih cemerlang dan sejajar dengan bank BUMN lain.

Hasil RUPSLB lainnya adalah, disetujuinya remunerasi yang diusulkan pemegang saham dwi warna. Pertama, remunerasi sebanyak 7,5 kali gaji untuk komisaris independen, yakni Achjar Iljas, Felia Salim, Effendi.

Kedua, cash bonus diberikan bulan Agustus saat periode lock up saham bonus yang diterima komisaris. Usul remunerasi ini semula dipertanyakan pemegang saham minoritas, namun akhirnya disetujui 99,9 persen peserta rapat.

"Saya melihatnya demikian. BNI butuh penyegaran dan pembenahan sehingga (kinerjanya) bisa disejajarkan dengan bank BUMN lain, terutama penyelesaian kredit bermasalahnya," tandas dia. [J-9]


Last modified: 8/2/08