![]()
AP/Manu Fernandez
Pembalap tim McLaren, Lewis Hamilton mendapat perlakuan tak menyenangkan saat melakukan uji coba di Spanyol, pekan lalu.
![]()
[LONDON] Musim lomba F-1 2008 belum lagi dimulai. Namun, masalah pemakaian standar unit pengontrol mesin (ECU) di kendaraan formula bermesin V8 itu ramai menjadi pembicaraan. Kontroversi terjadi tidak saja karena perangkat itu disiapkan oleh salah satu perusahaan milik tim McLaren, tetapi juga adanya dugaan kuat sejumlah tim F-1 sudah mampu mengelabui perangkat elektronik tersebut.
Pembalap tim F-1 Toyota, Jarno Trulli yang pertama kali melontarkan dugaan adanya kecurangan itu. Pekan lalu, dia menyatakan sejumlah tim telah menemukan cara untuk mengembalikan traksi kontrol di kendaraan mereka. Padahal traksi kontrol dilarang dipergunakan mulai musim ini.
Trulli meminta timnya untuk mewaspadai kemungkinan sejumlah tim F-1 telah menciptakan sistem kontrol peluncur. "Saya tak mau menyebutkan tim mana yang melakukan kecurangan ini. Tetapi rasanya sejumlah tim telah menemukan cara untuk mengurangi atau meminimalkan putaran dari roda yang berlebih saat akselerasi, secara otomatis. Kami menganalisanya, dan melihat ada perbedaan pergerakan kendaraan, pada uji coba bulan Desember dan sekarang ini," ujar Trulli.
Pernyataan pembalap Italia itu disanggah CEO McLaren Electronic System, Peter van Manen, pembuat standar ECU di F-1. "Standar ECU yang kami miliki terjamin keamanannya dari intervensi. Di dalamnya terdapat software yang mencegah penggunaan traksi kontrol," jelasnya di London, Inggris, Minggu (3/2).
Pendapat Van Manen didukung Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Max Mosley. "Sulit untuk melakukan kecurangan. Karena pertama Anda mesti mengelakkan fungsi ECU tersebut, dan kedua Anda mesti mencari cara untuk melumpuhkan informasi yang kami miliki di setiap kendaraan yang memberi keterangan mengenai apa yang terjadi di kendaraan itu," ujarnya.
Namun, dari pernyataan tersebut, Mosley hanya mengatakan "sulit" dan bukannya tidak mungkin. Sehingga peluang untuk mengelabui ECU tetap ada.
Anti-Hamilton
Sementara itu, dari Sirkuit Catalunya di Barcelona, Spanyol, diperoleh keterangan perlakuan tak menyenangkan terhadap pembalap tim McLaren, Lewis Hamilton semakin meningkat. Pekan lalu, saat uji coba berlangsung di dua tempat di negeri "matador" tersebut, yakni Sirkuit Jerez dan Valencia, muncul kelompok anti-Hamilton yang membawa poster dengan kalimat pembalap tersebut.
Kekecewaan berlebihan publik Spanyol, terhadap perlakuan yang seimbang antara Hamilton sebagai pembalap pendatang baru dengan pembalap pujaan negeri itu, Fernando Alonso di McLaren musim lalu tampaknya belum terselesaikan.
Pada Sabtu (2/2) di Catalunya, tindakan kelompok anti-Hamilton semakin menjurus ke rasial. Sebanyak empat orang kedapatan di area panggung penonton sirkuit dengan mengenakan topeng gorilla warna hitam dan memakai kaus bertuliskan "keluarga Hamilton". Aksi mereka tak hanya terekam dalam media di Spanyol, tetapi juga media Inggris ramai memberitakannya.
Reporter ITV-F1, James Allen berharap adanya tindakan untuk mencegah kelompok rasis yang bisa mengancam Hamilton. FIA diharapkan mulai bersikap dalam hal ini. Apalagi sejumlah organisasi cabang olahraga, seperti sepakbola sudah berupaya menindak tegas perlakuan rasial tersebut. [Berbagai Sumber/L-9]