[KUPANG] Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengalami krisis daya listrik, karena tiga unit mesin pembangkit listrik diesel milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kupang kurang berfungsi secara baik. Akibatnya, manajemen PLN Cabang Kupang terpaksa melakukan pemadaman listrik ke pelanggan secara bergilir.
Manager PT PLN Cabang Kupang, Willer Marpaung kepada SP, di Kupang, Senin (4/2) pagi mengatakan, tiga unit mesin pembangkit itu sudah tidak mampu mensuplai listrik secara optimal kepada pelanggan saat beban puncak. Kalau dipaksakan, mesin-mesin yang sudah berusia tua itu akan mengalami gangguan serius.
Dijelaskan, saat ini daya mampu terpasang sebesar 32,2 Mega Watt (MW). Namun, akibat adanya gangguan pada tiga unit mesin pembangkit tersebut, daya mampu terpasang hanya 25,7 MW.
Sementara pemakaian pada saat beban puncak mencapai 26 MW. Itulah sebabnya, kebijakan yang diambil adalah dengan melakukan pemadaman bergilir di sejumlah tempat.
Kebutuhan listrik di Kota Kupang dan sekitarnya selama ini dilayani Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kuanino dan Tenau. Di mana, PLTD Kuanino mengoperasikan mesin caterpillar berkapasitas 4 MW dan dua unit mesin Niagata yang masing-masing berkapasitas 1,5 MW.
Di PLTD Tenau, terdapat 9 unit mesin. Satu mesin caterpillar (4MW), dua unit mesin Mirrles dengan kapasitas masing-masing 3,5 MW, empat unit mesin MAK (1,8 MW) dan dua unit mesin GM (1,5 MW). Juga terdapat mesin yang disewa dari pihak swasta berkapasitas 4 MW.
Tiga mesin itu mengalami gangguan sejak November 2007. Akibat gangguan cuaca dan keterbatasan dana, pihaknya terpaksa melakukan rekondisi suku cadang yang harus diganti, katanya. [120]