SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Pemuda Muhammadiyah Tak Golput

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara tetap akan meramaikan proses pemilihan kepala daerah Gubernur Sumatera Utara yang akan berlangsung pada 16 April 2008.

"Tidak adanya kader kami dalam pilkada nanti merupakan kecelakaan sejarah yang tidak harus terulang. Saya berharap persoalan ini tidak akan terulang lagi pada pilkada selanjutnya," ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumut Anang Anas Azhar di Pematang Siantar, Minggu (3/2). Anas menegaskan organisasi yang dipimpinnya akan tetap netral selama pelaksanaan pilkada namun tidak akan ikut golongan putih (golput).

Untuk itu, Anas mengimbau seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk tetap menggunakan hak suara dalam pemilihan gubernur. Seluruh kader juga diminta untuk mendukung gubernur maupun wakil gubernur terpilih. Selain itu, kader partai tidak diperkenankan untuk terlibat dalam tim sukses, apalagi membawa nama organisasi tersebut.

"Pemuda Muhammadiyah tidak dibenarkan golput tapi juga tidak boleh terlibat dalam aksi dukung-mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Kalau ada yang terlibat, bukan membawa bendera organisasi melainkan atas nama pribadi," katanya. [AHS/O-1]

SP/Alex Suban

Kasus HAM Soeharto

Seorang aktivis menyusun replika nisan-nisan di pelataran Taman Proklamator di depan Monumen Proklamator Kemerdekaan Soekarno-Hatta, Jakarta, Minggu (3/2). Ratusan nisan itu menyimbolkan banyaknya kasus pelanggaran HAM mantan Presiden Soeharto, sehingga Soeharto tidak layak mendapatkan gelar pahlawan.


Last modified: 3/2/08