SUARA PEMBARUAN DAILY

Atasi Banjir

Kota Tangerang Butuh Rp 1,2 Triliun

[TANGERANG] Banjir di wilayah Kota Tangerang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah saja karena dana yang dibutuhkan sangat besar mencapai Rp 1,2 triliun. "Kita tidak bisa selesaikan sendiri pendanaannya," ujar Wali Kota Wahidin Halim saat berdialog dengan warga Perumahan Metro Permata Kelurahan Karang Mulya Kecamatan Karang Tengah akhir pekan lalu.

Menurut dia, dana itu untuk menormalisasi sungai, pembangunan drainase, penurapan kali, normalisasi situ, dan pembuatan kantong-kantong air. "Jika infrastruktur ini tersedia, aliran air akan berjalan lancar dan tidak akan menggenangi kawasan perumahan maupun permukiman yang setiap tahun selalu menjadi langganan banjir," ujar Wahidin.

Untuk mempercepat upaya mengatasi banjir ini, Wahidin meminta Badan Perencanaan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang membuat perencanaan yang berkaitan dengan penataan drainase untuk lima tahun ke depan. Dengan anggaran Rp 1,2 triliun itu, diharapkan, sistem drainase di Kota Tangerang sudah baik.

Dikatakan, untuk jangka pendek, Pemerintah Kota Tangerang dalam kurun waktu dua tahun ini akan melakukan penertiban bangunan-bangunan liar di sepanjang kali dan rawa yang ada di Tangerang.

Wahidin menginstruksikan kepada Dinas Tramtib, Dinas PU dan para camat untuk menginventarisasi bangunan-bangunan liar di sepanjang kali maupun rawa yang ada di wilayah tersebut.

Kepala Bagian Informasi dan Komunikasi Pemkot Tangerang Saiful Rahman kepada SP mengatakan, sejak Jumat (1/2) lalu, banjir di Kota Tangerang terjadi di 70 titik di 46 kelurahan. Di wilayah barat, banjir terparah terjadi di Kecamatan Priuk, Cibodas, Karawaci terutama di Perumahan Total Persada, Pondok Arum, Purati, Elang dan Teluk Damai.

Sedangkan wilayah timur di Poris Jaya kecamatan Batu Ceper, kawasan Petir kecamatan Cipondoh, Jurumudi Baru, Selapajang, Blendung jurumudi baru Kecamatan Benda serta Puri Kartika Baru, Tajur, Perumahan Depkeu, Ciledug Indah, Ciledug dan sejumlah kawasan lainnya.

Menurut Saiful Rahman, untuk mengantisipasi ketinggian air, pihaknya sudah memfungsikan 74 pompa, sebanyak 46 di antaranya adalah rumah pompa yang tersebar di seumlah perumahan yang rawan banjir. [132]


Last modified: 4/2/08